Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Ajak Pelajar dan Mahasiswa Cintai Produk Lokal

Img 20250730 Wa0038

 

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) terus mendorong gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) di kalangan generasi muda, sebagai upaya memperkuat ekonomi nasional berbasis produk lokal.

Langkah ini diwujudkan dengan menggelar sosialisasi BBI kepada pelajar dan mahasiswa di Kota Palangka Raya, Rabu (30/7/2025).

Sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap produk lokal Kalimantan Tengah sejak usia dini.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, menyatakan bahwa pelajar dan mahasiswa menjadi sasaran utama karena mereka memiliki peran penting dalam membangun masa depan perekonomian daerah dan nasional.

“Sosialisasi ini kita menyasar kepada pelajar dan mahasiswa agar mereka mengetahui produk-produk lokal Kalimantan Tengah, dan yang kedua mereka lebih mencintai dari mengenal dia sampai dia mencintai dari produk lokal itu,” ujar Norhani.

Ia menegaskan, pengenalan sejak dini terhadap potensi lokal sangat penting untuk membangun kepercayaan diri terhadap kualitas produk buatan anak bangsa.

“Sosialisasi ini penting bagi anak-anak pelajar karena mereka biar tahu apa sebenarnya produk-produk lokal kita Kalimantan Tengah ini tidak kalah dengan produk-produk lokal lainnya,” jelasnya.

Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, H. Edy Pratowo, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menggarisbawahi pentingnya menjaga komitmen bersama untuk terus mengutamakan produk dalam negeri dalam kehidupan sehari-hari.

“Kecintaan terhadap produk dalam negeri sangat perlu untuk terus didorong dan didukung oleh setiap kalangan masyarakat. Komitmen kita bersama perlu dijaga agar tetap terawat dalam mencintai dan selalu menggunakan serta mengutamakan produk dalam negeri dalam kehidupan kita sehari-hari,” ucap Edy.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penggunaan produk dalam negeri merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi serta daya saing nasional di tingkat global.

“Dengan menggunakan produk dalam negeri dapat meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, mewujudkan kemandirian ekonomi, menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik,” tegasnya.

Meski demikian, Wagub juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi, yakni tingginya arus masuk produk impor yang membanjiri pasar domestik.

“Tidak dapat dipungkiri negara kita dibanjiri oleh produk-produk impor baik secara legal maupun ilegal yang membuat upaya untuk meningkatkan kecintaan pada produk dalam negeri semakin sulit dilakukan,” tambahnya.

Edy berharap kegiatan sosialisasi ini mampu membangun kesadaran kolektif dan membangkitkan rasa kebanggaan terhadap produk-produk lokal Kalimantan Tengah maupun Indonesia secara umum.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita harapkan dapat menumbuhkan rasa kecintaan pada produk-produk buatan bangsa sendiri,” pungkasnya. (red)