PROBORNEO – Lomba Hifzil Qur’an dalam ajang MTQH XXXIII Kalimantan Tengah kembali menarik perhatian publik. Bertempat di Aula Bappedarida Muara Teweh, peserta dari berbagai kabupaten tampil penuh percaya diri.
Sebanyak 10 peserta tampil dalam dua kategori yang diperlombakan. Panitia menyiapkan panggung yang nyaman agar peserta dapat melantunkan ayat suci dengan baik. Peserta tampil bergantian sesuai nomor undian.
Nomor peserta hafizah adalah 511, 513, 515, 517, dan 519. Sementara hafizh tampil dengan nomor 512, 414, 516, 518, dan 520. Sistem lomba dibuat rapi agar setiap peserta mendapat kesempatan yang adil.
Dewan hakim memberikan penilaian ketat terkait kualitas hafalan peserta. Kesalahan tajwid, kelancaran lafaz, dan ketepatan ayat menjadi aspek yang sangat diperhatikan. Selain itu, gaya tilawah juga dinilai dengan cermat.
Aula terasa tenang dan khidmat. Penonton yang hadir juga tampak menghargai setiap lantunan ayat. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga momen meneguhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Panitia MTQH menjelaskan bahwa cabang Hifzil Qur’an adalah salah satu kategori yang paling diminati. Banyak peserta dari generasi muda berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Lomba berjalan lancar hingga selesai. Tidak ada kendala berarti, dan seluruh peserta dinyatakan tampil sesuai ketentuan. Dewan hakim kemudian melakukan rekap untuk menentukan nilai akhir.
MTQH XXXIII tahun ini akan menampilkan lebih banyak cabang lomba. Agenda ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas qari dan qariah di Kalimantan Tengah serta memperkuat pembinaan Al-Qur’an di setiap daerah. (Red)



