Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan

Gambar Whatsapp 2025 03 02 Pukul 20.26.05 12e4b091

PROBORNEO – Menyambut bulan suci Ramadhan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Hanpang) mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman kantor Dinas, Jumat (28/2/2025).

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Agus Candra, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Pada kondisi ini, salah satu program Gubernur Kalteng adalah Ketahanan Pangan. Masyarakat punya akses untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, harga yang tidak melebihi dari HET eceran tertinggi, kemudian bahan pangan juga tersedia dengan cukup baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menghadapi hari-hari besar keagamaan,” jelasnya.

Menurut Agus, kenaikan harga bahan pokok sering terjadi menjelang Ramadhan akibat meningkatnya permintaan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil langkah dengan memberikan subsidi agar harga tetap stabil dan daya beli masyarakat tidak terganggu.

“Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Gubernur berusaha mengupayakan agar kebutuhan pangan masyarakat tersedia dan didapatkan dengan harga terjangkau, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kalteng memberikan subsidi dari harga bahan pokok yang ada, sehingga harga yang dijual pada GPM murah dan terjangkau,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan GPM ini, berbagai bahan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras premium Rp60.000/5 kg, beras SPHP Rp60.000/5 kg, bawang merah Rp28.000/kg, bawang putih Rp36.000/kg.

Kemudian, gula pasir Rp16.000/kg, minyak goreng Minyakita Rp14.000/liter, minyak goreng SIIP Rp15.500/paket, serta telur ayam ras Rp50.000/tray.

Pemprov Kalteng berharap program ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan pasokan bahan pangan tetap aman dan terkendali selama Ramadan.

Program serupa juga direncanakan akan terus dilakukan di berbagai wilayah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. (red)