PROBORNEO – Pemerintah Kabupaten Barito Utara kembali mengukuhkan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Konsultasi Publik II Paparan Akhir dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Setda Lantai I dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Keuangan, Hery Jhon Setiawan. Acara ini turut diikuti pejabat kementerian, pemerintah provinsi, Forkopimda, akademisi, tokoh adat, pelaku usaha, serta organisasi lingkungan hidup.
Kepala Kementerian Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah bergabung melalui Zoom Meeting. Sementara itu, tim penyusun RPPLH dari LPPM Universitas Lambung Mangkurat yang dipimpin Baharuddin, S.Kel., M.Si mengikuti acara secara langsung di Muara Teweh.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya RPPLH sebagai instrumen utama menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan. Menurutnya, tantangan pembangunan semakin kompleks dengan meningkatnya aktivitas pertambangan, perkebunan, dan infrastruktur.
Ia menyebutkan sejumlah masalah lingkungan yang kini menjadi perhatian serius, seperti penurunan kualitas udara dan air, berkurangnya tutupan hutan, meningkatnya volume limbah, serta dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan masyarakat.
RPPLH disebut sebagai dokumen strategis jangka panjang selama 30 tahun yang menjadi landasan penyusunan RPJPD dan RPJMD Kabupaten Barito Utara. Dokumen ini bukan sekadar pemenuhan aturan, tetapi bukti komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan daerah.
Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan memerlukan partisipasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa keterlibatan pelaku usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat luas.
Pada akhir sambutannya, Bupati memberikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Barito Utara dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya konsultasi publik tersebut. Ia berharap kegiatan ini menjadi pondasi kuat penyusunan kebijakan lingkungan untuk tiga dekade mendatang. (Red)



