Muara Teweh – Menciptakan keseimbangan antara kemeriahan dan ketertiban menjadi tantangan utama bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara tahun ini. Bupati H. Shalahuddin berkomitmen agar perayaan Idul Fitri 1447 H berlangsung tanpa kendala berarti.
Melalui instruksi tertulis yang dikeluarkan pada 2 Maret 2026, Bupati memberikan arahan tegas mengenai pentingnya menjaga suasana kondusif. Meski masyarakat diminta untuk menyemarakkan hari raya, nilai-nilai ketertiban tetap tidak boleh diabaikan.
Bupati menyampaikan bahwa keamanan adalah prioritas utama agar makna Idul Fitri dapat dirasakan secara mendalam. Beliau telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk memantau situasi secara berkala di titik-titik keramaian.
“Meriah tidak harus gaduh, dan tertib bukan berarti sepi. Kita ingin keduanya berjalan beriringan di Barito Utara,” jelas H. Shalahuddin di Muara Teweh. Beliau yakin masyarakat Barito Utara sudah dewasa dalam menyikapi perayaan besar.
Dukungan dari perusahaan dan instansi pemerintah sangat diharapkan untuk menjaga fasilitas umum agar tetap berfungsi dengan baik selama libur lebaran. Koordinasi ini menjadi bukti keseriusan pemkab dalam melayani warga.
Harapan akhirnya adalah Idul Fitri tahun 2026 ini menjadi barometer kesuksesan pengelolaan acara besar di daerah. Jika semua pihak disiplin dan kompak, kemenangan sejati akan benar-benar dirasakan oleh seluruh warga Barito Utara.



