DPRD Kalimantan Tengah

Hero Mandouw Dorong Penguatan Pelatihan Vokasi

img 20260310 wa0006

 

PROBORNEO – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Hero Harappano Mandouw, menekankan pentingnya penguatan program pelatihan vokasi sebagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat di daerah.

Menurutnya, pelatihan keterampilan menjadi salah satu solusi konkret yang dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum terserap di dunia kerja.

“Pelatihan keterampilan atau vokasi itu sangat penting, karena bisa langsung membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya di Palangka Raya, belum lama ini.

Hero menilai, peningkatan keterampilan masyarakat perlu menjadi agenda prioritas pemerintah daerah apabila ingin menciptakan sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan mampu bersaing di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak lulusan pendidikan formal yang belum dapat langsung terserap di dunia kerja. Kondisi tersebut, menurutnya, terjadi karena masih terbatasnya keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Seringkali kita temui, ijazah saja tidak cukup. Tanpa keahlian yang relevan dan bisa langsung diterapkan di lapangan, akan sulit menembus dunia kerja,” ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong agar program pelatihan vokasi tidak disusun secara umum, melainkan disesuaikan dengan potensi serta karakteristik wilayah masing-masing daerah.

Dengan demikian, keterampilan yang diberikan dapat benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal, supaya hasilnya bisa langsung diterapkan oleh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Hero juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya berfokus pada jumlah peserta pelatihan, tetapi juga memperhatikan kualitas program serta keberlanjutan manfaat yang diperoleh peserta setelah pelatihan selesai.

Menurutnya, program pelatihan vokasi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin pelatihan ini bukan hanya sekadar program seremonial, tapi benar-benar memberi dampak nyata terhadap kehidupan dan kesejahteraan peserta,” tegasnya.

Ia berharap, apabila program pelatihan vokasi dijalankan secara optimal dan berkelanjutan, hal tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta membuka peluang kemandirian ekonomi.

“Kalau pelatihan berjalan dengan baik, masyarakat akan lebih percaya diri dan memiliki bekal yang cukup untuk mandiri secara ekonomi,” tandasnya. (red)