PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, meninjau sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Gang Sukamaju, Jalan Murjani, Palangka Raya, Rabu (11/3/2026) sore.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah memberikan bantuan berupa sembako, peralatan tidur, serta mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan para korban yang terdampak musibah kebakaran.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Gubernur bersama Kapolda Kalimantan Tengah Iwan Kurniawan dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa malam (10/3/2026) yang mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dan sebagian besar hangus terbakar.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan rasa empati dan duka kepada masyarakat yang terdampak musibah tersebut.
“Saudara-saudara kita ini dapat duka ya kan, kebakaran di sini. Setiap duka masyarakat adalah duka kami semuanya di sini. Termasuk Pak Pangdam, Pak Kapolda, kita semua ya. Maka itu pastinya kami hadir selaku pemerintah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menyalurkan bantuan kepada warga sesuai dengan tingkat kerusakan rumah yang dialami.
“Tadi kami sudah sampaikan tadi, kami juga membantu menyampaikan bantuan-bantuan Forkopimda ya. Yang rusak parah dapat 15 juta ya, yang sedang 10 juta rupiah, terus yang ringan 7,5 juta ya. Di luar yang menyewa barak, sewa barak ya. Kami lagi tracking masih ya, kami lagi mapping ya,” ujarnya.
Selain bantuan tersebut, pemerintah daerah juga memastikan para korban kebakaran akan mendapatkan dukungan melalui berbagai program sosial pemerintah, termasuk program Kartu Huma Betang Sejahtera.
“Ya, dapat kartu semua Kartu Huma Betang Sejahtera. Dapat semua,” tegas Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban agar diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah yang terjadi.
“Doakan saja untuk mereka semua yang kena musibah. Kita doakan semoga mereka sabar, tawakal menghadapi ini ya kan. Kita ya namanya jodoh, rezeki, maut, itu nggak ada yang tahu ya, itu rahasia Tuhan ya. Manusia hanya berikhtiar, berisytihat, berusaha,” imbuhnya.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut menyebabkan 11 rumah mengalami kerusakan berat, 14 rumah rusak ringan, serta sembilan barak dengan total 34 pintu terdampak.
Secara keseluruhan, musibah itu berdampak pada 36 kepala keluarga atau sebanyak 127 jiwa yang kini membutuhkan bantuan dan dukungan untuk memulihkan kondisi mereka.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah terjadinya peristiwa kebakaran di masa mendatang. (red)



