PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menerima kunjungan kerja Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H.E. Mr. Sergei Tolchenov, di Palangka Raya, Senin malam (06/10/2025). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral dan membuka peluang kerja sama strategis antara Kalteng dan Rusia.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terbuka terhadap kerja sama dan investasi dari Rusia, selama mengikuti regulasi yang berlaku dan memberikan manfaat bagi masyarakat daerah.
“Kami menyambut baik setiap peluang kerja sama dengan Rusia. Prinsipnya, investasi harus patuh pada ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegas Gubernur.
Agustiar juga menyoroti hubungan historis antara Rusia dan Kalimantan Tengah yang telah terjalin sejak lama. Salah satunya tercermin dari Jalan Tjilik Riwut, yang dibangun pada masa Presiden Soekarno tahun 1965 melalui kerja sama dengan Pemerintah Rusia, dan hingga kini dikenal masyarakat sebagai ‘Jalan Rusia’.
“Ini menjadi bukti kuat bahwa hubungan Kalteng dan Rusia bukan hal baru, melainkan telah memiliki jejak sejarah yang patut dijaga dan diperkuat,” ujarnya.
Gubernur berharap kunjungan Dubes Rusia ini menjadi langkah awal bagi terwujudnya kerja sama konkret di bidang energi, pendidikan, teknologi, dan pengembangan sumber daya alam.
“Kunjungan ini semoga semakin mempererat hubungan persahabatan Rusia dan Indonesia, khususnya dengan Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Kalteng.
“Kunjungan ini menjadi langkah pertama untuk membangun kerja sama yang lebih luas. Kami berharap dapat menjajaki kolaborasi di berbagai sektor, khususnya energi,” ujarnya.
Dengan potensi sumber daya alam yang besar dan posisi strategis Kalimantan Tengah di jantung Indonesia, kedua pihak optimis kerja sama ini akan menjadi langkah awal memperkuat hubungan ekonomi dan budaya antara Rusia dan daerah berjuluk “Bumi Tambun Bungai” tersebut. (red)



