Pemprov Kalteng

Disbun Kalteng Genjot Regenerasi Petani Lewat Pengembangan Kakao

Img 20251024 Wa0022(1)

 

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) terus mendorong regenerasi petani muda melalui pengembangan komoditas kakao.

Selain dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, kakao juga menjadi peluang bagi generasi milenial untuk terjun ke sektor perkebunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kepala Disbun Kalteng, H. Rizky Ramadhana Badjuri, menjelaskan bahwa berbagai langkah dilakukan untuk memperkenalkan kakao sebagai komoditas unggulan baru.

Salah satunya melalui Lomba Kreatif Kakao, yang dirancang untuk menarik minat generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai hasil bumi Kalteng tersebut.

“Salah satunya dengan mengadakan Lomba Kreatif Kakao yang bertujuan mengajak generasi muda agar lebih mengenal komoditas kakao. Kita juga mensosialisasikan kakao sebagai salah satu terobosan komoditas unggulan selain sawit,” kata Rizky baru-baru ini.

Ia menegaskan, upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, yang berkomitmen memperkuat peran sumber daya manusia (SDM) milenial di sektor perkebunan agar pengelolaan komoditas daerah dapat berkelanjutan.

“Sesuai arahan Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, kami terus mendorong SDM milenial untuk mencintai dan mengembangkan kakao, agar dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, budidayanya semakin meluas,” jelasnya.

Selain membangun minat generasi muda, Disbun Kalteng juga memperkuat pendampingan bagi petani kakao. Melalui pelatihan budidaya dan pascapanen, petani didorong untuk mengolah hasil panen menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Dinas Perkebunan akan terus melakukan berbagai pendampingan ke depan di bidang kakao, karena perjalanan pengembangannya masih panjang dan memerlukan dukungan berkelanjutan,” ujarnya.

Rizky menyebut, prospek pasar kakao asal Kalteng kian terbuka lebar. Bahkan, sejumlah negara di Eropa telah menunjukkan minat terhadap produk kakao dari wilayah tersebut.

“Kakao memiliki prospek pasar yang cerah, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Permintaan dari negara-negara Eropa juga sudah ada untuk kakao asal Kalteng,” ungkapnya.

Tak hanya unggul secara ekonomi, kakao juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan komoditas lain seperti sawit. Tanaman ini dapat tumbuh di kawasan hutan atau perhutanan sosial tanpa menimbulkan kerusakan ekosistem.

Saat ini, pengembangan kakao difokuskan di wilayah timur Kalteng seperti Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Murung Raya, yang memiliki karakteristik lahan ideal untuk tanaman kakao.

“Kita juga memetakan lahan yang cocok, seperti tanah bertekstur lempung berpasir atau lempung liat, serta tidak tergenang air. Lahan seperti itu akan dimaksimalkan untuk pengembangan kakao ke depan,” tegasnya.

Dengan strategi jangka panjang dan keterlibatan generasi muda, Disbun Kalteng optimistis lima hingga sepuluh tahun mendatang Kalimantan Tengah dapat menjadi salah satu sentra produksi kakao unggulan nasional, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor perkebunan. (red)