Pemprov Kalteng

Dinas TPHP Kalteng Kawal Panen Padi Lokal Kapuas

26082025021115 0

 

PROBORNEO – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat peranannya dalam menjaga ketahanan pangan dengan melakukan pengawalan panen padi lokal di Kabupaten Kapuas.

Kepala Dinas TPHP Kalteng, Rendy Lesmana, hadir langsung pada panen raya di Desa Anjir Serapat Tengah, Kecamatan Kapuas Timur, Senin (25/8/2025), guna memastikan mutu hasil panen serta mendorong penerapan teknologi pascapanen.

“Pemanfaatan teknologi sarana pascapanen Combine Harvester merupakan salah satu cara penanganan pasca panen yang efisien, mengurangi kehilangan hasil (losses), dan menjaga mutu gabah,” ujarnya.

Dari hasil ubinan panen di Kelompok Tani Karya Mulia 2, Desa Handel Gardu, varietas padi lokal Karang Dukuh mampu mencapai produktivitas 5,120 ton gabah kering panen (GKP) per hektar, dengan capaian produksi gabah kering giling (GKG) sebesar 4,404 ton/hektar.

Rendy menegaskan bahwa Dinas TPHP Kalteng tidak hanya berfokus pada pengawalan teknis, tetapi juga pada penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Hamparan padi lokal seluas 2.400 hektar di desa Anjir Serapat Tengah ini, siap mendukung peningkatan produksi beras lokal di Kalimantan Tengah. Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah terus menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan instansi kabupaten untuk pendampingan dan pengawalan di lapangan, jika terdapat kendala dan permasalahan dalam pemanfaatan alsintan dan manajemen paska panen,” katanya.

Selain itu, ia mengajak semua pihak memperkuat sinergi program ketahanan pangan.

“Mari bekerja sama dan saling mendukung program ketahanan pangan dengan upaya optimalisasi Brigade Pangan dan Brigade Alsintan yang kolaboratif,“ tutur Rendy.

Lebih lanjut, Rendy menyampaikan bahwa pengawalan panen varietas padi lokal di Kapuas diharapkan menjadi langkah penting menuju kemandirian pangan daerah.

“Padi lokal Kapuas bukan hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga berpotensi sebagai beras indikasi geografis serta warisan budaya pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi bila dikembangkan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (red)