Pemkab Murung Raya

Bupati Mura Tinjau Langsung Harga dan Stok Pangan, Pastikan Distribusi Aman dan Terkendali

Gambar Whatsapp 2025 07 25 Pukul 19.24.23 78b183cc
PROBORNEO — Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus, memimpin langsung kegiatan monitoring harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Kota Puruk Cahu, Jumat (13/6/2025).
Pemantauan dilakukan di dua titik utama yakni gudang Bulog dan Pasar Pelita Hilir, guna memastikan stabilitas pasokan pangan serta menekan potensi inflasi daerah.
Di gudang Bulog, Heriyus bersama sejumlah pejabat terkait memeriksa stok beras, gula, dan minyak goreng. Ia juga meninjau mekanisme distribusi bahan pokok ke masyarakat.
Sementara di Pasar Pelita Hilir, Bupati berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli terkait harga dan pasokan komoditas seperti cabai merah, bawang merah dan putih, serta telur ayam ras.
“Diperlukan upaya-upaya yang mendukung dalam menjaga laju inflasi diantaranya melalui penjaminan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga barang kebutuhan pokok serta memastikan kelancaran distribusi,” tutur Heriyus.
Berdasarkan hasil pemantauan, stok beras, gula, dan minyak goreng yang tersedia di gudang Bulog dalam kondisi aman dan siap didistribusikan jika terjadi lonjakan permintaan. Hal ini menjadi indikator bahwa rantai distribusi masih berjalan baik dan terkendali.
Heriyus menegaskan bahwa monitoring rutin akan terus dilaksanakan guna menjaga stabilitas harga serta menjamin kelancaran proses penyimpanan dan penyaluran bahan pokok cadangan pemerintah.
Ia juga menginstruksikan kepada instansi terkait untuk memperketat pengawasan di lapangan.
“Bupati Mura juga menginstruksikan instansi terkait untuk terus melakukan pengawasan guna mencegah spekulasi harga yang bisa merugikan masyarakat.”
Selain itu, ia mengimbau para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menjaga ketersediaan barang di pasaran sebagai bentuk dukungan terhadap kestabilan ekonomi lokal.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap seluruh elemen dapat berkolaborasi menjaga ketahanan pangan daerah, terutama menjelang potensi gejolak harga akibat faktor eksternal maupun cuaca ekstrem. (red)