Muara Teweh – Pergaulan bebas menjadi tantangan nyata bagi remaja di Kabupaten Barito Utara saat ini. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten melalui program GenRe melakukan langkah-langkah antisipatif untuk melindungi generasi muda.
Kepala Disdalduk KB P3A, Silas Patiung, menjelaskan bahwa arus informasi yang tak terbendung bisa menjerumuskan remaja pada gaya hidup yang salah. Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah meningkatnya angka pernikahan dini akibat pergaulan yang tidak terkontrol.
Edukasi yang diberikan melalui program GenRe mencakup pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan dampak psikologis dari perilaku berisiko. Silas ingin remaja memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka ambil di usia muda.
“Kita harus lebih cepat dari pengaruh negatif yang ada di luar sana,” tegas Silas dalam keterangannya di Muara Teweh. Pencegahan dinilai jauh lebih efektif daripada penanganan setelah masalah sosial terjadi.
Pemerintah juga mendorong pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di setiap sekolah. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat yang nyaman bagi remaja untuk berkonsultasi mengenai masalah yang mereka hadapi.
Melalui penguatan program ini, Barito Utara diharapkan mampu menekan angka permasalahan remaja secara signifikan. Targetnya adalah melahirkan generasi yang sehat secara jasmani dan bersih secara perilaku.



