PROBORNEO— MTQH XXXIII Provinsi Kalimantan Tengah resmi dimulai melalui perlombaan Tartil Qur’an dan Tilawah untuk golongan anak-anak putra dan putri. Kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Teweh Tengah dan menjadi pusat perhatian umat Muslim di daerah tersebut.
Aula yang dihias dengan ornamen bernuansa Islami tampak megah dan penuh pengunjung. Para peserta yang datang dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti lomba, membawa harapan besar untuk mengharumkan nama daerah masing-masing.
Sebanyak 20 peserta dari kabupaten/kota di Kalimantan Tengah ikut serta. Mereka adalah utusan dari Barito Utara, Kapuas, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Palangka Raya, Sukamara, Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, Gunung Mas, Lamandau, Katingan, dan Pulang Pisau.
Penampilan peserta mendapat perhatian serius dari dewan juri. Lantunan ayat suci yang disampaikan dengan tartil membuat suasana aula terasa sakral. Peserta menunjukkan bakat yang luar biasa, mencerminkan pembinaan yang baik sejak dini.
Ajang MTQH ini bukan hanya kompetisi, melainkan sarana pendidikan karakter Islami bagi generasi muda. Anak-anak diajak mendalami Al-Qur’an dengan benar, baik dari segi bacaan maupun pemahaman.
Menurut Panitera MTQH XXXIII Kalteng, Muhammad Naufal Fahreza, pelaksanaan lomba dibagi menjadi dua sesi agar berjalan tertib. Peserta putra tampil terlebih dahulu pada pagi hari, sedangkan peserta putri dijadwalkan tampil pada siang hari.
“Untuk pagi hari dilaksanakan 10 peserta Tartil Qur’an dan Tilawah golongan anak-anak putra, sedangkan untuk putri dilaksanakan pada siang harinya,” terang Naufal saat ditemui.
Melihat antusiasme peserta dan kelancaran pelaksanaan, panitia berharap MTQH tahun ini menjadi tonggak pembinaan qari dan qariah masa depan. Muara Teweh pun menjadi saksi tumbuhnya generasi Qur’ani yang berkompeten. (Red)



