Ekonomi

Tingkatkan Peran Ekonomi Daerah, OJK Kalteng Gelar Capacity Building BPR dan BPRS

Gambar Whatsapp 2025 07 30 Pukul 09.07.35 Fea85e19

PROBORNEO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kinerja dan Capacity Building bagi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) se-Kalteng pada 28–29 Juli 2025 di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi konstruktif antara regulator dan pelaku industri perbankan daerah, serta mendorong BPR dan BPRS agar mampu beradaptasi terhadap tantangan industri keuangan yang kian dinamis.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan pentingnya peran BPR dan BPRS dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam konteks Kalimantan Tengah.

“Di tengah dinamika ekonomi regional dan nasional, Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPR/S) di Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, untuk tetap relevan dan kompetitif, BPR/S perlu melakukan transformasi menyeluruh dalam hal kinerja dan daya saing, yang hanya dapat dicapai melalui penerapan tata kelola yang baik (good governance),” ujarnya.

Selain memaparkan kinerja keuangan BPR dan BPRS di Kalimantan Tengah dibandingkan dengan kondisi nasional, OJK juga menyampaikan berbagai isu strategis dan rekomendasi perbaikan untuk penguatan sektor ini di masa mendatang.

Salah satu fokus utama adalah pentingnya akselerasi digitalisasi dan peningkatan efisiensi operasional guna meningkatkan daya saing lembaga keuangan mikro tersebut.

Sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan, OJK turut menggelar capacity building terkait implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) bagi BPR/S.

Materi disampaikan oleh narasumber dari Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perbankan OJK serta perwakilan Kantor Akuntan Publik (KAP).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Regional II, Bambang S. Hidayat, juga hadir dan memberikan materi tentang peran strategis LPS dalam menjamin simpanan nasabah dan menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya menghadapi tantangan yang dihadapi BPR dan BPRS.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap pemegang saham dan pengurus BPR/BPRS dapat memperoleh wawasan dan pemahaman yang lebih baik untuk meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko.

Secara keseluruhan, forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara OJK, LPS, dan pelaku industri perbankan di daerah dalam mendorong terciptanya BPR dan BPRS yang sehat, bertumbuh, dan berkontribusi optimal terhadap perekonomian Kalimantan Tengah. (red)