PROBORNEO – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, melaksanakan kegiatan reses perseorangan dengan mengunjungi sejumlah sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Lamandau, baru-baru ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dari para tenaga pendidik serta melihat langsung proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026.
Dalam dialog bersama guru dan siswa, Sugiyarto mencatat sejumlah hal penting terkait kondisi pendidikan di Lamandau, mulai dari proses penerimaan siswa baru, minimnya fasilitas sekolah, hingga persoalan kekurangan tenaga pengajar.
“Secara umum proses penerimaan siswa baru di Lamandau berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hampir semua sekolah kelasnya terpenuhi,” ungkap Sugiyarto, Sabtu (12/7/2025).
Namun demikian, ia menyebut adanya satu pengecualian, yakni di SMK Negeri 1 Sematu Jaya, di mana jurusan perikanan tidak mendapatkan peserta didik baru.
“Kata dewan guru, minat masyarakat terhadap jurusan perikanan masih rendah,” tambahnya.
Dalam kunjungannya ke SMA Negeri 1 Bulik dan SMK Negeri 1 Bulik, Sugiyarto juga menyoroti kebutuhan ruang kelas tambahan akibat meningkatnya jumlah siswa baru.
Selain itu, beberapa sekolah yang dikunjunginya masih memiliki bangunan ruang kelas dan ruang guru dari kayu, yang sudah berusia lebih dari 20 tahun dan dinilai membutuhkan rehabilitasi.
Permasalahan lain yang mencuat adalah keterbatasan sarana penunjang kegiatan ekstrakurikuler, seperti musala yang terlalu kecil dan minimnya fasilitas olahraga seperti lapangan voli, basket, serta futsal.
“Fasilitas penataan lingkungan sekolah juga perlu diperhatikan. Kita harap pemprov bisa membantu agar jalan sekolah dan lingkungan sekitarnya tertata dengan baik,” ujarnya.
Tak hanya infrastruktur, Sugiyarto juga menyoroti kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru kejuruan di sejumlah SMK. Bahkan, ada sekolah yang memiliki tiga guru agama yang masing-masing harus mengajar hingga 30 jam per minggu.
Ia juga mencatat keluhan guru terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinilai belum setara dengan daerah lain.
“Ini jadi pertanyaan dari para guru, kenapa di Kalteng tidak bisa? Padahal di Lamandau sendiri, pemkab tetap memberikan TPP meski sudah sertifikasi. Aspirasi ini akan kami teruskan ke pemerintah daerah dan ditelaah sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegas Sugiyarto.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiyarto yang juga mantan Wakil Bupati Lamandau, turut menyosialisasikan sejumlah program strategis Pemerintah Provinsi Kalteng, seperti bantuan seragam gratis bagi siswa baru, program pembangunan 1.000 rumah untuk guru, serta beasiswa 10.000 kuliah gratis bagi siswa kelas XI dan XII yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Kalteng.
“Kita ingin pendidikan di Kalteng, khususnya di Lamandau, terus berkembang dengan dukungan penuh dari semua pihak. Ini bagian dari komitmen kita dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya. (red)



