PROBORNEO – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, menegaskan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng yang tetap menjadikan sektor pendidikan sebagai program prioritas, meskipun tengah dilakukan efisiensi anggaran.
Menurutnya, pendidikan merupakan amanat undang-undang yang wajib dipenuhi, di mana alokasinya minimal 20 persen dari APBD harus tetap dijalankan.
Ia pun sependapat dengan sikap Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, yang memastikan program prioritas pendidikan terus berjalan sesuai rencana.
“Oleh karena itu, saya sangat sepakat sekali dengan pernyataan gubernur terkait hal tersebut, sehingga pendidikan tetap terjaga. Sehingga apa yang sudah dicanangkan dan diprogramkan harus terus dikawal baik dari DPRD maupun dinas yang membidangi,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Sugiyarto menilai, langkah Gubernur sudah sejalan dengan amanat konstitusi dan visi pembangunan daerah. Menurutnya, keberlanjutan program pendidikan menjadi kunci dalam menjaga kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
“Apa yang disampaikan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran sudah sangat bagus, sehingga perlu dikawal. Sehingga apa yang diamanatkan undang-undang, bahwa anggaran pendidikan itu minimal 20 persen, sehingga dengan anggaran yang ada itu pendidikan harus terus dimaksimalkan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya memastikan agar berbagai program pendidikan seperti Kartu Huma Betang, bantuan beasiswa, dan subsidi bagi tenaga pendidik tetap berjalan, meskipun terjadi penyesuaian anggaran.
“Program yang tertuang dalam Kartu Huma Betang termasuk program bantuan beasiswa, bantuan untuk guru-gurunya seperti subsidi rumah, dan lain sebagainya harus masih tetap berjalan meskipun ada pengurangan,” tegasnya.
Lebih jauh, Sugiyarto menilai pembangunan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari dunia usaha dan masyarakat.
“Sektor pendidikan ini bukan hanya tugas pemerintah saja, akan tetapi semua pihak seperti dunia usaha dan lainnya. Sehingga apabila mereka mau membantu di sektor pendidikan, itu sangat bagus sekali,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan finansial untuk turut berkontribusi dalam membantu anak-anak yang membutuhkan, terutama di wilayah pelosok.
“Oleh karena itu, untuk masyarakat yang mampu, bisa juga memberikan bantuan subsidi pendidikan bagi anak-anak kita di Kalteng, terutama yang tinggal di pelosok,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat, Sugiyarto berharap pendidikan di Kalimantan Tengah dapat terus berkembang dan menjadi fondasi kuat bagi kemajuan daerah. (red)



