Muara Teweh, 6 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Barito Utara diminta untuk tidak hanya fokus pada kuantitas bangunan kesehatan, tetapi juga kualitas dan ketahanannya terhadap bencana. Hal ini ditegaskan menyusul banyaknya usulan pembangunan sarana medis di wilayah langganan banjir seperti Montallat.
Anggota dewan, Rujana Anggraini, memberikan masukan strategis agar pembangunan Pustu di masa depan menggunakan konsep panggung. Wilayah Kecamatan Montallat yang dilewati sungai besar menjadikannya area yang sangat rentan terhadap kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Menurut Rujana, fasilitas kesehatan adalah objek vital yang harus tetap berfungsi dalam kondisi krisis. Jika gedung puskesmas ikut terendam banjir, maka upaya penyelamatan dan pengobatan warga yang terdampak bencana akan terganggu secara sistemik.
Pada Jumat (6/2), ia menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan harus berbasis data kebencanaan. Pembangunan di Desa Pepas dan Desa Malegoi harus mencerminkan pemahaman terhadap tantangan alam yang ada di wilayah Kecamatan Montallat.
“Konsep bangunan panggung adalah bentuk adaptasi kita terhadap alam. Dengan infrastruktur yang tepat, layanan kesehatan tidak akan terputus meskipun banjir sedang melanda,” terangnya.
DPRD akan mengawal teknis penganggaran agar spesifikasi bangunan panggung ini masuk dalam kerangka acuan kerja dinas terkait. Inovasi ini diharapkan menjadi contoh bagi pembangunan infrastruktur di wilayah rawan banjir lainnya di Kabupaten Barito Utara.



