Pemprov Kalteng

Semester I, Realisasi Investasi Kalteng Tembus Rp12,4 Triliun

03082025111150 0

 

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mencatat realisasi investasi sebesar Rp12,443 triliun sepanjang Semester I Tahun 2025.

Capaian ini setara dengan 47,99 persen dari target investasi tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp25,930 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalteng, Sutoyo, merinci pada Triwulan II 2025, investasi yang masuk sebesar Rp5,286 triliun. Angka ini melengkapi capaian Triwulan I yang lebih dulu mencatatkan Rp7,157 triliun.

“Perkembangan realisasi investasi daerah pada semester pertama Tahun 2025 menunjukkan capaian yang konstruktif dan patut diberikan apresiasi, meskipun di sisi lain masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara bersama oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sutoyo, Jumat (1/8/2025).

Meski menunjukkan tren positif, Sutoyo menegaskan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi nyata di lapangan.

Ia mengungkapkan masih banyak pelaku usaha, terutama di sektor besar, yang belum melaporkan perkembangan investasinya sesuai ketentuan.

“Data resmi yang kami terima melalui sistem mungkin belum mencerminkan sepenuhnya kenyataan di lapangan. Banyak pelaku usaha terutama di sektor-sektor besar, yang belum menyampaikan laporan realisasi investasinya secara berkala,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya pelaporan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) setiap triwulan. Laporan ini wajib disampaikan secara daring melalui portal oss.go.id.

“Pemerintah daerah senantiasa melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap kewajiban pelaporan melalui penyelenggaraan kegiatan sosialisasi serta bimbingan teknis yang dilaksanakan secara berkala,” tutur Sutoyo.

Sebagai bentuk dukungan, DPMPTSP juga membuka layanan pendampingan teknis di Klinik LKPM, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Dengan peningkatan kepatuhan terhadap pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal, kami optimistis data realisasi investasi akan lebih akurat dan kredibel, serta dapat mendorong tercapainya target investasi daerah secara optimal pada tahun 2025,” pungkasnya. (red)