PROBORNEO — Pemerintah Kabupaten Barito Utara menghadirkan rancangan APBD 2026 dalam rapat paripurna DPRD, dengan fokus utama pada lima prioritas pembangunan daerah. Agenda ini dipandu langsung oleh unsur pimpinan DPRD dan dihadiri para pejabat tinggi daerah.
Dalam sidang tersebut, Bupati Shalahuddin menyampaikan bahwa penyusunan APBD memiliki dasar hukum yang jelas dan menjadi agenda strategis daerah. Ia menekankan bahwa APBD harus mencerminkan visi besar pembangunan Barito Utara.
Kelima prioritas pembangunan 2026 meliputi peningkatan infrastruktur, sektor pendidikan dan kesehatan, ekonomi masyarakat, sosial budaya lingkungan, serta reformasi birokrasi. Bupati menjelaskan bahwa semua prioritas tersebut disusun berdasarkan analisis kebutuhan daerah.
Rancangan APBD 2026 juga telah diselaraskan dengan kebijakan pembangunan nasional dan provinsi. Pemerintah daerah memastikan bahwa perencanaan lokal tetap berada dalam kerangka pembangunan yang lebih luas.
Struktur APBD menunjukkan pendapatan sebesar Rp 3,13 triliun, sementara belanja mencapai Rp 3,25 triliun. Defisit sebesar Rp 117,7 miliar wajib ditangani melalui efisiensi atau strategi pembiayaan lain.
Rapat paripurna juga membahas prinsip-prinsip akuntabilitas dalam penyusunan APBD. Bupati menegaskan pentingnya partisipasi DPRD dalam memastikan anggaran yang disusun benar-benar bermanfaat.
Ia menekankan bahwa APBD bukan sekadar kumpulan angka, tetapi cerminan tanggung jawab pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, proses pembahasan harus dilakukan secara serius.
Bupati mengakhiri pidatokanya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi. Ia berharap seluruh program dalam APBD dapat terlaksana dengan baik dan membawa perkembangan nyata bagi Barito Utara. (Red)



