Kalimantan Tengah

Pesparani Pertama Tingkat Kalteng Siap Digelar

Gambar Whatsapp 2025 06 26 Pukul 19.38.11 7f5ced38

PROBORNEO – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk pertama kalinya akan resmi digelar pada 21–23 November 2025.

Ajang rohani terbesar umat Katolik di Bumi Tambun Bungai ini dipusatkan di GOR Indoor Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Palangka Raya, dan akan dibuka pada Jumat (21/11/2025) malam oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran.

Ketua Panitia Pesparani, Sutoyo, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pesparani tingkat provinsi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat persaudaraan lintas kabupaten/kota sekaligus menghidupkan kembali tradisi seni budaya gerejawi.

“Pesparani pertama tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan umat Katolik dari seluruh daerah,” kata Sutoyo, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga:  Kanwil Ditjenpas Kalteng Perkuat Sinergi Pengamanan dengan Polda

Whatsapp Image 2025 11 19 At 12.15.51

Ia menjelaskan bahwa seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah akan mengirimkan kontingen untuk mengikuti berbagai cabang lomba.

Adapun kategori yang dipertandingkan cukup beragam, meliputi

Paduan Suara: Anak, remaja, dewasa campuran, dewasa wanita, dewasa pria, dan Gregorian

Mazmur: Anak, remaja, Orang Muda Katolik (OMK), dan dewasa

Tutur Kitab Suci: Anak

Cerdas Cermat Rohani: Anak dan remaja

Menurut Sutoyo, seluruh cabang lomba dirancang untuk menggali potensi umat sekaligus mendorong generasi muda agar semakin mencintai liturgi dan kitab suci.

“Kami berharap Pesparani ini melahirkan talenta-talenta baru yang kelak dapat mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional. Yang terpenting, semangat iman dan persatuan tetap menjadi jiwa dari setiap penampilan,” ujarnya.

Baca Juga:  Keberhasilan MBG dalam Memberdayakan Pedagang Lokal

Pesparani Kalteng 2025 juga dijadwalkan menghadirkan serangkaian acara meriah, mulai dari paduan suara massal hingga penampilan khusus yang melibatkan komunitas gerejawi dari berbagai daerah. (red)