PROBORNEO – Usaha sayur-mayur milik Rahmat, seorang warga dari Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Mendapatkan peluang emas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Alih-alih hanya mengandalkan pembeli eceran, Rahmat melihat celah lain dari rantai pasok program ini. Dengan tekad kuat, ia mulai menawarkan diri untuk menjadi pemasok sayur-mayur bagi dapur MBG.
Keahlian Rahmat dalam memastikan kesegaran sayur dan ketepatan waktu pengiriman membuat usaha yang dirintisnya mendapatkan kepercayaan dari dapur MBG, atau yang dikenal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Awalnya saya cuma dipercaya mengirim beberapa sayuran seperti wortel dan sawi. Namun kian hari saya dipercayakan mensuplai ayam, tahu, tempe dan juga buah-buahan,” ungkap Rahmat saat ditemui di Lapak Sayur Rahmat, tempat usahanya di kawasan Tumbang Talaken.
Setiap permintaan dari dapur MBG ia respons dengan sangat baik. Jenis sayuran apa pun yang dipesan oleh SPPG, ia usahakan selalu tersedia dengan standar kualitas yang tinggi. Ini adalah langkah adaptasi pertama yang ia lakukan.
“Alhamdulillah, berkat menjaga kualitas, sekarang ini sudah hampir 3 bulan kami telah mensuplai ke dapur SPPG Tumbang Talaken,” tuturnya dengan penuh syukur.
“Awalnya sih kita belajar dulu bagaimana standar yang diminta dapur, karena untuk makanan bergizi kualitasnya harus benar-benar terjaga,” cerita Rahmat mengenai perjalanan awalnya.
Meskipun sempat menghadapi tantangan ketika musim kemarau membuat harga sayuran tertentu naik akibat pasokan terbatas, Rahmat tetap berkomitmen menjaga harga agar pasokan anak-anak tetap bergizi.
Ia berharap program MBG ini dapat terus berlanjut. Tidak hanya bermanfaat untuk pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menghidupkan napas perekonomian masyarakat kecil seperti dirinya.
“Harapannya pesanan lancar terus, biar orang kecil seperti kita tetap punya penghasilan harian,” ungkapnya dengan penuh harapan. (red)



