PROBORNEO – Anggota DPRD Barito Selatan (Barsel), Dr. H. Lisawanto, mengingatkan masyarakat bahwa pelaksanaan program pembangunan pada tahun 2026 harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, menyusul adanya pengurangan alokasi dana dari pemerintah pusat. Hal ini ia sampaikan saat kegiatan reses Dapil II yang berlangsung 22 Oktober–1 November 2025.
Dalam kunjungannya ke Desa Dangka, Tetelanan, Pamangka, Muara Ripung, Teluk Mampun, hingga Tanjung Jawa, Lisawanto tidak hanya menampung aspirasi warga tetapi juga memberikan penjelasan mengenai kondisi keuangan daerah yang akan berdampak pada realisasi usulan pembangunan.
“Kondisi keuangan daerah pada tahun 2026 akan mengalami penyesuaian. Berdasarkan informasi pemerintah pusat, terjadi pengurangan alokasi dana daerah lebih dari setengah triliun rupiah yang tentu akan memengaruhi kemampuan pembiayaan program pembangunan,” ujar Lisawanto, Selasa (4/11/2025).
Ia menegaskan pentingnya penyampaian informasi secara transparan kepada warga agar ekspektasi terhadap realisasi program dapat disesuaikan.
Meski terjadi penyesuaian anggaran, politisi Partai Gerindra itu memastikan DPRD dan pemerintah daerah akan menyusun skala prioritas untuk program yang benar-benar mendesak, khususnya sektor kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur utama yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah tetap akan memprioritaskan program yang mendesak dan langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Lisawanto menambahkan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan selama reses akan diinventarisasi dan dibawa ke pembahasan anggaran bersama eksekutif dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya yang ada.
Ia berharap masyarakat tetap aktif memberikan masukan dan memahami dinamika fiskal daerah, sehingga kebijakan pembangunan yang dirumuskan dapat berjalan secara realistis, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan. (red)



