DPRD Barito Selatan

Karnaval Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat, Legislator Barsel Beri Apresiasi

Picture4

PROBORNEO – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, Lisawanto, menilai kegiatan Karnaval Budaya Barsel 2025 mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurutnya, event berbasis budaya tidak hanya memeriahkan hari besar daerah, tetapi juga menghidupkan aktivitas ekonomi desa dan perkotaan secara langsung.

“Kehadiran karnaval budaya ini memberi dampak ekonomi yang nyata, khususnya bagi UMKM lokal yang ikut merasakan perputaran ekonomi selama event berlangsung,” ujar Lisawanto, Rabu (18/9/2025).

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Barsel itu mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Barsel dalam menggelar rangkaian kegiatan HUT ke-66 Kabupaten Barito Selatan, sebagai langkah menjaga budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“DPRD tentu mendukung penuh terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya festif, tetapi juga memberi nilai tambah bagi ekonomi rakyat dan sektor pariwisata daerah,” ucapnya.

Lisawanto yang juga menjabat sebagai Ketua STIE Dahani Dahanai Barito Selatan itu menegaskan, kebanggaan masyarakat terhadap identitas daerah harus berjalan seiring dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi warga.

“Ini lebih dari sekadar pawai budaya. Ini ruang untuk mengenalkan, menghidupkan, dan melestarikan nilai budaya lokal, sekaligus memperkuat rasa bangga masyarakat Barsel sebagai daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski sempat diguyur hujan, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Ribuan warga memadati rute karnaval yang melintas di jalan protokol, menyaksikan arak-arakan peserta yang menampilkan busana dan kreasi budaya khas Barsel.

Pawai diikuti berbagai unsur, seperti sekolah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, komunitas adat, dan organisasi masyarakat, mencerminkan keterlibatan publik yang luas dan inklusif.

“Semangat menonton di tengah hujan ini menunjukkan, masyarakat tidak hanya ingin melihat budaya, tetapi juga ikut merasakan atmosfer kebersamaan dan geliat ekonomi daerah,” katanya.

Dalam pelepasan peserta, hadir pula Wakil Bupati Barsel, Khristianto Yudha, Ketua TP PKK Permanasari, Pj Sekda Dr. Ita Minarni, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh adat, dan unsur lintas sektor lainnya.

Sebagai penutup, Lisawanto menegaskan, event seperti ini harus terus dikuatkan setiap tahun, agar dampaknya terhadap ekonomi, budaya, dan kebanggaan masyarakat dapat semakin besar dirasakan.

“Karnaval budaya harus menjadi agenda berkelanjutan, karena budaya adalah kekuatan, dan ekonomi rakyat adalah tujuan utama pembangunan daerah,” pungkasnya. (red)