Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Siapkan Rp150 Miliar untuk Perbaikan Tiga Ruas Jalan Baru

Gambar Whatsapp 2025 01 24 Pukul 18.54.46 40477de1

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 miliar pada tahun 2025 untuk peningkatan tiga ruas jalan yang baru saja berstatus sebagai jalan provinsi.

Ketiga ruas tersebut berada di Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, dan Seruyan, dengan pengerjaan yang direncanakan dimulai tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Shalahuddin, menyebut proyek ini sebagai upaya strategis untuk mendukung pengembangan infrastruktur demi menunjang pertumbuhan ekonomi daerah.

“Tahun ini, fokus kami adalah tiga ruas jalan yang sebelumnya berstatus jalan kabupaten. Pengerjaan sudah dimulai dan saat ini dalam tahap lelang,” ujar Shalahuddin, Jumat (24/1/2025).

Ruas jalan yang menjadi fokus peningkatan adalah Kereng Pengkahi menuju Kampung Tengah Pagatan di Katingan, Cempaga menuju Kampung Tengah Pagatan di Kotawaringin Timur, dan Simpang Amin Jaya ke Tumbang Manjul di Seruyan.

Ruas terakhir ini juga menjadi jalur strategis penghubung ke Kalimantan Barat.

Setiap ruas jalan mendapat alokasi dana sebesar Rp50 miliar untuk tahap awal perbaikan infrastruktur.

“Pengerjaan dilakukan bertahap. Setiap ruas jalan sudah disiapkan dana sebesar Rp50 miliar untuk tahun ini,” tambah Shalahuddin.

Meski saat ini tingkat kemantapan jalan di Kalteng telah mencapai 87 persen, Shalahuddin mengakui bahwa penambahan panjang jalan provinsi akibat pengambilalihan tiga ruas baru tersebut akan sedikit menurunkan persentase tersebut dalam waktu dekat.

Namun, ia optimis angka tersebut akan kembali meningkat setelah proyek selesai.

“Meski begitu, kami optimis kemantapan jalan akan kembali meningkat seiring penyelesaian proyek,” tegasnya.

Dengan alokasi anggaran yang signifikan dan langkah konkret yang diambil, Pemprov Kalteng berharap proyek ini tidak hanya memperbaiki aksesibilitas antarwilayah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (red)