Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Pantau Harga Pangan Jelang Iduladha, Pastikan Stok Aman dan Stabil

Gambar Whatsapp 2025 07 06 Pukul 12.13.08 3799f7cc

PROBORNEO — Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1446 H/2025 M, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bersama Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan di sejumlah pasar dan pusat distribusi, Selasa (3/6/2025).

Kegiatan dipimpin Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko. Beberapa lokasi yang dipantau di antaranya Pasar Besar dan Gudang Bulog di Jalan Tjilik Riwut KM 7.

Dalam keterangannya, Yuas memastikan harga kebutuhan pokok saat ini masih terkendali.

“Sejauh ini harga pangan masih dalam batas standar. Harga gula Rp18.000 per kilogram, beras medium Rp13.100/kg, beras premium Rp16.000/kg. Minyak goreng bervariasi antara Rp15.700–Rp16.000 per liter. Bawang merah Rp36.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, cabai merah Rp50.000/kg, cabai keriting Rp60.000/kg. Telur ayam ras Rp30.000/kg, daging ayam ras Rp30.000–Rp34.000/kg, dan daging sapi Rp140.000/kg,” ujarnya.

Selain harga, ketersediaan stok pangan juga dipastikan aman.

Di lokasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Norhani, memimpin pemantauan di Pasar Kahayan dan pengecekan distribusi gas LPG 3 kilogram.

“Untuk LPG 3 kg, harga masih sesuai dengan HET. Kita ingin memastikan ketersediaan dan kestabilan harga jelang Iduladha. Hasil pemantauan di Pasar Kahayan menunjukkan harga relatif terkendali, meski ada sedikit kenaikan pada telur, ayam, dan ikan. Namun kenaikannya masih dalam batas wajar,” kata Norhani.

Ia juga menyoroti harga minyak goreng di pasaran yang masih di atas HET.

“Jika ditemukan adanya lonjakan harga, kita akan telusuri penyebabnya. Pemerintah tetap hadir untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan dari Bulog, Fetrus Rholando, memastikan ketersediaan beras di Kalteng sangat mencukupi.

“Saat ini total stok beras di seluruh gudang Bulog se Kalteng mencapai 17.000 ton. Di Palangka Raya sendiri terdapat sekitar 2.500 ton yang tersebar di empat unit gudang, tiga di antaranya milik resmi, satu disewa,” ungkap Fetrus.

Ia menyebut saat ini Bulog fokus menyerap gabah petani lokal, sementara penyaluran beras SPHP masih ditunda.

“Tahun ini kita menyerap gabah petani dalam jumlah besar, sehingga gudang kita penuh. Kami bahkan menambah gudang untuk menyimpan hasil serapan tersebut. Bulog sebagai operator, menunggu keputusan regulator dari pusat,” jelasnya. (red)