Muara Teweh – Menghadapi tantangan global dan lokal di tahun 2026, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin mendorong agar setiap rencana pembangunan yang diusulkan dalam Musrenbang di Kecamatan Lahei tetap berpegang pada prinsip pembangunan berkelanjutan. Hal ini disampaikan saat beliau meresmikan pembukaan forum tersebut.
Bupati menekankan bahwa pembangunan tidak hanya boleh mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga harus memikirkan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber daya untuk generasi mendatang. Oleh karena itu, normalisasi sungai dan penataan kawasan menjadi program yang sangat ditekankan.
Selain aspek lingkungan, pembangunan berkelanjutan juga mencakup kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui penguatan sektor unggulan, Bupati ingin agar ekonomi Barito Utara memiliki daya tahan yang kuat terhadap fluktuasi global dan mampu tumbuh secara mandiri dalam jangka panjang.
Dalam menyusun program, Bupati mewajibkan penggunaan data yang akurat dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Perencanaan yang berbasis data akan menghindarkan daerah dari pemborosan anggaran dan memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki dampak positif bagi keberlanjutan hidup warga.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberlanjutan juga berarti pemeliharaan terhadap apa yang telah dibangun. Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan harus dibarengi dengan rencana perawatan yang matang agar fasilitas publik tersebut dapat digunakan dalam waktu yang lama oleh masyarakat.
Dengan visi pembangunan berkelanjutan ini, Bupati berharap Barito Utara tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga lestari secara lingkungan dan sejahtera secara sosial. Beliau mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk menyusun rencana kerja yang bijaksana demi masa depan kabupaten yang dicintai.



