Pemkab Murung Raya

Mura Susun Peta Jalan Ekonomi Kreatif, Pemkab Dorong Kolaborasi Daerah–Akademisi

Whatsapp Image 2025 10 14 At 13.53.56

PROBORNEO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) mulai menata arah pengembangan ekonomi kreatif melalui kegiatan Paparan Pendahuluan Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah yang digelar di Aula Cahai Ondui Tingang, Gedung B Kantor Bupati Mura, Selasa (14/10/2025).

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Mura kini memberi perhatian lebih besar pada sektor kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten III Setda Mura, Andri Raya yang mewakili Bupati Heriyus.

Acara turut dihadiri Tim Ahli Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yakni Dumairy selaku ketua tim, bersama Aryanto dan Istianto Ari Wibowo, serta jajaran kepala perangkat daerah, camat, hingga pelaku teknis terkait.

Dalam sambutan yang dibacakan Andri Raya, Bupati Heriyus menyampaikan bahwa penyusunan dokumen rencana induk ekonomi kreatif merupakan tahapan krusial untuk memperjelas arah pembangunan daerah berbasis kreativitas.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal penting dalam memperkuat arah kebijakan pembangunan daerah berbasis ekonomi kreatif melalui penyusunan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif (RINDEKRAF),” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan sektor kreatif selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif, yang mendorong setiap daerah membangun ekosistem kreativitas berbasis budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Karena itu, penyusunan RINDEKRAF juga harus dipadukan dengan RPJMD Murung Raya 2025–2029 serta visi nasional Asta Cita Prabowo–Gibran.

“Murung Raya memiliki potensi besar untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Andri membacakan sambutan Bupati.

Ia berharap proses perencanaan ini tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi berkembang menjadi strategi nyata yang dapat melahirkan pusat-pusat kreativitas baru, memperkuat UMKM, serta mendukung daya saing daerah.

Dalam forum tersebut, Bupati juga mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat umum untuk membangun kolaborasi yang solid dalam memperkuat fondasi ekonomi kreatif di Murung Raya.

“Dari pengembangan ekonomi kreatif ini dapat penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan daya saing daerah, penguatan UMKM berbasis kreativitas, serta pengembangan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal,” pungkasnya.

Paparan pendahuluan ini menjadi titik awal penyusunan peta jalan ekonomi kreatif Murung Raya.

Dengan masuknya UGM sebagai mitra akademik, Pemkab berharap hasil perumusan dapat menghadirkan strategi pembangunan ekonomi kreatif yang adaptif, visioner, dan sesuai karakteristik daerah. (red)