Kalimantan Tengah

Sinergi Pemasyarakatan–Srikandi Merah Putih Dorong UMKM Warga Binaan Naik Kelas

Img 20251116 Wa0017

 

PROBORNEO – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali mendapat dukungan eksternal melalui kolaborasi dengan Yayasan Srikandi Merah Putih.

Sinergi tersebut mengemuka saat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah (Kalteng), I Putu Murdiana, menerima kedatangan Ketua Yayasan Srikandi Merah Putih, H. Amir, beserta jajaran, Sabtu (15/11/2025).

Rombongan tersebut melakukan kunjungan di dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, yakni Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya dan Rutan Kelas IIA Palangka Raya.

Kunjungan itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalteng, Mas Arie Yuliansa Dwi Putra, serta sejumlah kepala UPT Pemasyarakatan di Kota Palangka Raya.

Melalui pertemuan ini, pemberdayaan UMKM Warga Binaan menjadi fokus utama sebagai langkah strategis mendorong produk kreatif hasil pembinaan agar mampu bersaing di pasar lebih luas.

Baca Juga:  Kanwil Ditjenpas Kalteng Dukung Reintegrasi Klien Lewat Aksi Sosial Serentak

Di Lapas Perempuan, rombongan disambut dengan pemasangan sumping dan lawung, serta penampilan seni dari Warga Binaan berupa tari tradisional dan hadran.

Suasana penyambutan ini menegaskan bahwa program pembinaan bukan hanya soal keterampilan kerja, tetapi juga pelestarian seni dan budaya lokal.

Dalam sambutannya, Kakanwil I Putu Murdiana menekankan pentingnya kerja sama dengan organisasi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM.

“Kerja sama ini sebagai langkah visioner untuk membuka akses lebih luas terhadap pemasaran produk karya Warga Binaan melalui gerakan Pemajuan Produk UMKM Warga Binaan,” ucap Kakanwil.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi WBP merupakan elemen penting dalam proses reintegrasi sosial. Di Lapas Perempuan, rombongan meninjau berbagai produk unggulan WBP seperti kerajinan getah nyatu, tas rajut rotan, kotak tisu, hingga batik khas daerah—semua dihasilkan melalui program kemandirian yang terstruktur.

Baca Juga:  PAN Kalteng Tutup Tahun Bersama Anak Yatim

Perjalanan dilanjutkan ke Rutan Kelas IIA Palangka Raya, di mana Yayasan Srikandi Merah Putih meninjau lini produksi UMKM yang dikembangkan di lingkungan Rutan.

Ketua yayasan dan timnya memberikan perhatian pada aspek kualitas, kreativitas, dan peluang pemasaran agar produk WBP dapat diterima pasar sebagai produk yang layak jual dan bernilai.

Kakanwil kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak dalam menciptakan kesempatan ekonomi kedua bagi WBP.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap produk-produk karya Warga Binaan dapat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, diterima sebagai karya yang kreatif dan berkualitas, serta dapat menjadi bekal penting bagi mereka ketika kembali ke masyarakat. Sinergi yang kita bangun hari ini sejatinya adalah bagian dari misi besar Pemasyarakatan, yaitu membantu Warga Binaan memperoleh kesempatan kedua melalui keterampilan, kreativitas, dan kemandirian,” tutup Kakanwil.

Baca Juga:  Narapidana Kabur dari Lapas Palangka Raya Ditangkap di Banjarmasin

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring pendukung ekonomi kreatif di lingkungan Pemasyarakatan.

Melalui kolaborasi pemerintah dan organisasi masyarakat, pembinaan WBP tidak hanya berorientasi pada disiplin dan keamanan, tetapi juga pada pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Dengan demikian, produk UMKM Warga Binaan berpotensi menjadi ikon pemberdayaan sekaligus bukti kesiapan mereka untuk kembali berdaya di tengah masyarakat. (red)