Pemprov Kalteng

Kendalikan Inflasi, Pemprov Kalteng Desak Percepatan Operasional RMU dan Pabrik Pakan

14042026101208 2

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui percepatan penyelesaian proyek strategis.

Hal ini menjadi poin utama dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 dan Evaluasi Program 3 Juta Rumah yang diikuti secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (13/4/2026).

Rapat rutin yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri RI tersebut bertujuan memantau dinamika harga di daerah sekaligus mensinergikan langkah pengendalian inflasi secara nasional.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menekankan bahwa kunci stabilitas harga terletak pada kejelasan tanggung jawab antar-sektor dalam menangani komoditas pemicu inflasi seperti beras, cabai, dan bawang merah.

“Permasalahan komoditas seperti beras, cabai, dan bawang merah masih menjadi perhatian utama. Diperlukan kejelasan tanggung jawab antar sektor agar penanganan dapat berjalan efektif dan terukur,” tutur Yuas Elko di Palangka Raya.

Lebih lanjut, Yuas menyoroti keberadaan sejumlah infrastruktur pendukung ketahanan pangan yang harus segera difungsikan secara maksimal.

Fasilitas seperti Rice Milling Unit (RMU) dan pabrik pakan ternak di beberapa wilayah Kalteng diminta untuk segera beroperasi demi memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Menurutnya, operasionalisasi fasilitas tersebut sangat krusial agar investasi pemerintah tidak sia-sia dan mampu memberikan dampak langsung pada stabilitas harga di pasar.

“Fasilitas tersebut harus segera dioperasionalkan agar tidak menjadi proyek mangkrak dan dapat benar-benar menopang stabilitas pangan daerah,” tegas Yuas.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pemangku kepentingan terkait untuk tidak terjebak dalam rutinitas administratif. Setiap koordinasi yang dilakukan harus bermuara pada implementasi lapangan yang dapat dirasakan oleh konsumen.

“Rapat ini harus menghasilkan aksi nyata, sehingga pengendalian inflasi dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan infrastruktur pascapanen, Pemprov Kalteng optimistis angka inflasi daerah dapat tetap terjaga dalam rentang sasaran, sehingga mampu mendukung stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tambun Bungai. (red)