Nasional

Habib Abdurrahman Serap Aspirasi Pemuda Sukamara Lewat Forum Dialog

Gambar Whatsapp 2025 08 03 Pukul 18.23.51 056b5148

PROBORNEO – Dalam upaya memperkuat partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah, Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah (Kalteng), Habib Abdurrahman, menggelar forum diskusi terbuka bersama Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kabupaten Sukamara.

Kegiatan yang dikemas dalam format Focus Group Discussion (FGD) ini berlangsung pada Jumat (2/8/2025) di Cafe Domain, Jalan G. Obos XIV, Palangka Raya.

Forum yang berlangsung secara hangat dan komunikatif tersebut menjadi wadah strategis bagi generasi muda Sukamara untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan pembangunan di daerah mereka secara langsung kepada wakilnya di tingkat nasional.

Ketua HIMA Sukamara, Duta Erlangga, menyampaikan empat isu utama yang menjadi perhatian pemuda, mulai dari keberlanjutan program shrimp estate hingga masalah pendidikan karakter.

Pada poin pertama, ia menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap lingkungan dalam pelaksanaan program budidaya udang tersebut.

Mahasiswa menekankan perlunya pengelolaan limbah yang baik agar tidak berdampak negatif terhadap masyarakat maupun sektor pariwisata.

“Kami tidak menolak program pembangunan, tapi aspek lingkungan harus menjadi perhatian serius agar manfaatnya tidak dibarengi kerugian ekologis,” ujar Duta.

Isu kedua yang diangkat adalah pelaksanaan program transmigrasi di Sukamara. HIMA meminta agar masyarakat lokal dilibatkan dalam proses dan pelaksanaan kegiatan yang terkait program tersebut.

Menurut mereka, pelibatan warga asli daerah sangat penting agar turut merasakan manfaat pembangunan.

Poin ketiga menyinggung pentingnya perlindungan terhadap hak-hak masyarakat lokal, terutama terkait kepemilikan tanah dan tanah adat.

HIMA menegaskan bahwa program transmigrasi tidak boleh menjadi dalih untuk mengambil alih lahan milik masyarakat setempat.

Adapun isu keempat menekankan perlunya penguatan pendidikan karakter di sekolah guna mencegah pernikahan dini, yang berpotensi memicu berbagai persoalan sosial seperti gizi buruk dan rendahnya kualitas sumber daya manusia.

“Ini merupakan kesempatan berharga bagi kami untuk menyuarakan aspirasi yang selama ini kurang didengar. Semoga melalui forum ini, suara pemuda dapat sampai ke tingkat pusat,” ungkap Duta Erlangga.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Habib Abdurrahman menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan keberanian para pemuda dalam menyampaikan isu daerah secara langsung.

Ia menegaskan bahwa peran aktif pemuda sangat penting dalam mendorong perubahan.

“Pemuda harus menjadi agen perubahan. Kepekaan terhadap isu daerah seperti yang ditunjukkan HIMA Sukamara inilah yang dibutuhkan untuk kemajuan bangsa,” tegas Habib Abdurrahman.

FGD ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara HIMA Sukamara dan Habib Abdurrahman, menandai komitmen bersama untuk terus membuka ruang dialog dan komunikasi dua arah antara pemuda daerah dan wakil rakyat.

Forum ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi proses advokasi kebijakan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. (red)