PROBORNEO — Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menekankan pentingnya peran camat sebagai ujung tombak pemerintahan dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di daerah. Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Camat se-Kalimantan Tengah, yang berlangsung di Hotel Best Western, Palangka Raya, Selasa (29/7).
Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan bahwa penataan wilayah dan pelimpahan kewenangan kepada camat merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat dan meningkatkan efisiensi pemerintahan.
“Penataan wilayah kecamatan sangatlah penting untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif dan efisien. Camat harus menjadi penggerak utama dalam pelayanan publik yang tepat sasaran,” ujar Agustiar.
Raker ini, menurutnya, menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pembangunan kecamatan dengan visi kepala daerah dan kebijakan nasional, termasuk ASTA CITA Presiden RI.
Gubernur Agustiar juga menyampaikan tiga arahan strategis kepada seluruh camat:
- Peningkatan pelayanan publik berbasis karakteristik wilayah,
- Penguatan peran camat dalam Program Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA),
- Dukungan terhadap Program Prioritas Huma Betang Sejahtera yang akan dimulai pada 2026.
Selain itu, Gubernur memberikan instruksi kepada bupati dan wali kota untuk segera melimpahkan sebagian kewenangan, terutama terkait pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kepada camat.
“Dengan pelimpahan ini, pemungutan pajak bisa lebih optimal di tingkat kecamatan dan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.
Menghadapi musim kemarau yang berisiko terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gubernur juga meminta para camat meningkatkan kewaspadaan, edukasi masyarakat, dan sistem deteksi dini di wilayah masing-masing. Ia mendorong keterlibatan kepala desa, damang, dan aparat keamanan dalam pengendalian karhutla.
“Saya minta camat aktif mendukung Program Huma Betang yang berbasis nilai lokal dan partisipasi masyarakat adat,” tambahnya.
Menutup sambutan, Gubernur mengajak seluruh peserta untuk terus mengedepankan semangat kebersamaan dan kearifan lokal dalam membangun Kalimantan Tengah menuju masa depan yang lebih baik.
“Insya Allah, dengan kebersamaan dalam bingkai NKRI, kita mampu membangun Kalimantan Tengah yang berkah, maju, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Raker ini juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus Forum Camat Seluruh Indonesia (FORCASI) tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta pemaparan kebijakan dari Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dan Bapperida Kalteng.
Acara turut dihadiri unsur Forkopimda Kalteng, para bupati, Plt. Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, serta seluruh camat se-Kalimantan Tengah. (red)



