Pemprov Kalteng

Gubernur Agustiar Sabran Hadiri Prosesi Adat Sembaga Mas, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya Lokal

Picture17

PROBORNEO – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menghadiri prosesi adat “Sembaga Mas” yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-66 Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (3/10/2025).

Acara adat yang digelar di Balai Sembaga Mas, Kelurahan Raja, ini sarat dengan nilai sejarah dan menjadi simbol perjalanan panjang terbentuknya Kabupaten Kotawaringin Barat. Gubernur disambut secara adat oleh Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, yang mengenakan busana kurung kuning khas kesultanan Kotawaringin.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam membangun Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Segala tantangan dan hambatan bisa kita hadapi dengan kerja sama dan kolaborasi. Dengan persatuan, kita bisa membawa Kalteng dan Kobar menuju kemajuan yang berkeadilan,” ujar Gubernur.

Agustiar juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan sejarah serta keluhuran adat istiadat di tengah arus modernisasi yang begitu cepat. Ia menekankan bahwa masyarakat lokal harus menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri, bukan sekadar penonton di daerah yang kaya budaya dan sumber daya.

“Jangan sampai budaya kita hilang ditelan zaman. Jagalah adat dan sejarah, karena dari sanalah jati diri kita sebagai orang Kalimantan Tengah berasal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa dirinya aktif turun langsung ke berbagai daerah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta mendorong optimalisasi potensi daerah, termasuk sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah menjelaskan bahwa prosesi adat “Sembaga Mas” memiliki makna historis yang mendalam sebagai simbol berdirinya Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Kami berterima kasih atas kehadiran dan dukungan penuh Gubernur terhadap pembangunan di Kobar. Balai Sembaga Mas ini masih merupakan bangunan asli, hanya sedikit direnovasi tanpa mengubah kesakralannya,” jelas Bupati.

Prosesi adat berlangsung khidmat dan penuh makna, menggambarkan kekayaan budaya yang tetap dijaga turun-temurun sebagai warisan leluhur masyarakat Kotawaringin Barat. (red)