PROBORNEO – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Putri Siti Rochmawati, mendorong pemerintah daerah menjadikan pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu prioritas pembangunan, khususnya untuk mencapai swasembada daging.
Menurutnya, selama ini kebutuhan daging ayam dan sapi di Barsel masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama Kalimantan Selatan. Kondisi ini kerap memicu lonjakan harga, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
“Pengembangan sektor ini penting agar kebutuhan daging ayam potong dan sapi bisa terpenuhi dari daerah sendiri,” ujar politisi Partai Demokrat itu di Buntok, Rabu (18/06/2025).
Ia menyarankan pemerintah melalui instansi terkait segera membangun kantong-kantong penyangga peternakan, seperti sentra ayam ras, kambing, sapi, maupun kerbau di wilayah Barsel. “Jika sudah ada kantong penyangga, maka kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan harganya lebih stabil dibandingkan daging dari luar daerah,” tegasnya.
Putri meyakini, dengan pengelolaan yang serius dan berkelanjutan, Barito Selatan bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi menjadi penyuplai ke wilayah lain.
Selain itu, ia menyoroti perubahan struktur organisasi di lingkungan Pemkab Barsel, termasuk pemisahan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) menjadi beberapa OPD. “Dengan struktur baru ini, pengembangan sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan akan lebih terfokus dan bisa mengalami kemajuan signifikan di masa mendatang,” jelasnya.
Ia berharap, dengan penguatan kelembagaan dan pengembangan sektor strategis seperti peternakan, Barsel dapat lebih mandiri secara pangan dan ekonomi serta membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. (red/.)



