Kalimantan Tengah

Ditjenpas Kalteng Meriahkan Karnaval Budaya FBIM 2025

Img 20250518 Wa0043

 

PROBORNEO – Semarak Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2025 kian terasa saat ribuan warga tumpah ruah di ruas jalan utama Kota Palangka Raya, Minggu (18/5/2025).

Salah satu yang turut ambil bagian dalam kemeriahan tersebut adalah Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalteng, yang ikut berpartisipasi dalam Karnaval Budaya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini menjadi ajang tahunan yang dinanti masyarakat Kalteng.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan masyarakat yang menyemarakkan festival budaya kebanggaan daerah tersebut.

“FBIM bukan sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi juga bentuk nyata komitmen kita untuk menjaga dan merawat kekayaan budaya leluhur. Karnaval budaya ini adalah simbol semangat kebersamaan dan keberagaman yang menjadi kekuatan Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar Sabran.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga komunitas adat, untuk terus menggali potensi budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalteng diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Yudo Adi Yuwono, yang menyampaikan komitmen pihaknya dalam menjaga warisan budaya melalui keikutsertaan dalam festival ini.

“FBIM adalah momen penting untuk menunjukkan semangat kebersamaan dan kebanggaan akan warisan budaya Kalimantan Tengah. Kami ingin masyarakat melihat bahwa Ditjenpas juga berperan aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial dan budaya,” kata Yudo.

Ia menegaskan bahwa Ditjenpas tak hanya hadir dalam tugas pemasyarakatan semata, namun juga aktif terlibat sebagai bagian dari elemen sosial masyarakat.

“Melalui kehadiran ini, kami ingin menunjukkan bahwa Ditjenpas bukan hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga bagian dari elemen sosial dan budaya di tengah masyarakat,” tambahnya.

Karnaval budaya tahun ini diikuti berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, komunitas adat, pelajar, hingga kelompok masyarakat umum. Beragam atraksi seni, parade kostum adat, hingga pameran hasil kerajinan dan kuliner khas Kalimantan Tengah menambah semarak suasana.

Dengan mengusung tema Spirit Of Isen Mulang, FBIM 2025 diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Dayak, meningkatkan daya tarik wisata daerah, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Kanwil Ditjenpas Kalteng pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program budaya dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Kalimantan Tengah. (red)