PROBORNEO – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Penyuluh Kehutanan Tahun 2025 yang berlangsung di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya, pada 7 hingga 10 Juli 2025.
Kegiatan ini diikuti penyuluh kehutanan dari berbagai wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan KPH Lindung (KPH-L) se-Kalteng.
Ketua panitia kegiatan, Mujiburrakhman, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman penyuluh terhadap peraturan perundang-undangan, pedoman teknis, serta kebijakan kehutanan terkini.
“Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan SDM Penyuluh Kehutanan serta menghasilkan insan yang terampil, profesional, berdedikasi, jujur, amanah dan berakhlak mulia, guna mendukung pembangunan kehutanan,” ujarnya pada pembukaan, Selasa (8/7/2025).
Ia menambahkan, para penyuluh kehutanan juga diharapkan mampu melakukan pendampingan secara aktif kepada masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan, sehingga dapat mendorong kemandirian serta mewujudkan kesejahteraan dan kelestarian hutan di Kalteng.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalteng H. Agustan Saining melalui Sekretaris Dinas, Waluyo Budi Setyono, mengatakan kegiatan ini bukan hanya sarana peningkatan kapasitas, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antarpenyuluh.
“Sasaran penyuluhan dalam pembangunan kehutanan adalah pelaku utama dan pelaku usaha. Dalam kondisi ekonomi saat ini, penyuluhan kehutanan diharapkan mampu menumbuhkan kapasitas kelompok dan usaha petani,” jelas Waluyo.
Ia mengimbau seluruh penyuluh kehutanan yang telah bertugas di wilayah masing-masing agar bekerja maksimal dan terus berkoordinasi dengan atasan untuk memetakan potensi serta permasalahan di lapangan.
“Diharapkan dengan disusunnya pemetaan potensi dan masalah yang dihadapi, dapat dijadikan arah kebijakan kegiatan yang lebih terarah ke depan,” imbuhnya.
Dishut Kalteng menyatakan komitmennya mendukung penuh kegiatan ini melalui pembinaan yang berkelanjutan ke daerah-daerah melalui KPH dan KPH-L sebagai ujung tombak pembangunan kehutanan.
“Pembangunan kehutanan Kalteng ke depan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan serta mendukung program nasional ketahanan pangan,” tambah Waluyo.
Ia juga menegaskan pentingnya inovasi dan profesionalisme penyuluh dalam menghadapi tantangan pembangunan kehutanan di era global.
“Penyuluh kehutanan tak bisa lagi sekadar melakukan kegiatan standar seperti di masa lalu. Mereka harus mampu melakukan pendampingan yang inovatif agar kelompok tani yang dibina bisa mandiri,” pungkasnya. (red)



