Pemprov Kalteng

Disdagperin Kalteng Latih UMKM Barsel Kemas Produk

Img 20250806 Wa0015

 

PROBORNEO – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar pelatihan pengemasan produk pangan di Aula Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Selasa (5/8/2025).

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas kemasan agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, sejak 5 hingga 7 Agustus 2025, dan diikuti oleh 20 peserta dari berbagai wilayah di Barsel.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Disdagperin Kalteng dan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Barsel.

Kepala Disdagperin Kalteng, Hj. Norhani, melalui Kepala Bidang Industri, Simon Fahmi Obos, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat relevan untuk pelaku usaha dalam meningkatkan mutu produk dari sisi keamanan, bentuk, dan desain kemasan.

Baca Juga:  Pelatihan Sablon Disdagperin Kalteng Dorong Lahirnya Wirausaha Baru

“Pelatihan ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk memastikan produk mereka aman, menarik, dan berdaya saing,” ujarnya.

Simon juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat mendorong penguatan industri rumah tangga dan UMKM di daerah. Hal tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Barsel, Swita Minarsih, mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang telah menghadirkan pelatihan ini di daerahnya.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini industri dan pelaku usaha semakin marak diperbincangkan oleh hampir semua lapisan masyarakat, terkait peranan industri dan pelaku usaha yang begitu penting dalam menopang pembangunan ekonomi bangsa,” ujarnya.

Baca Juga:  Disdagperin Kalteng Pastikan Stok Gas Aman, Imbau Masyarakat Tenang

Swita juga mengajak para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan seluruh materi sebagai bekal dalam mengembangkan usaha ke depan.

“Ke depannya dapat menjadi kelompok usaha bersama sebagai dasar menuju pembangunan sentra industri untuk membaca peluang pemasaran produk yang sesuai dengan keinginan pasar,” harapnya. (red)