DPRD Kalimantan Tengah

Bocah Tewas Tenggelam, Ketua Komisi III DPRD Kalteng Imbau Kewaspadaan

Gambar Whatsapp 2025 03 18 Pukul 21.55.44 Fd79168e

PROBORNEO – Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 10 tahun ditemukan tewas tenggelam di kawasan banjir Anoi Mendawai Induk, Minggu (16/3/2025).

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di tengah musim hujan yang masih berlangsung.

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto, mengimbau para orang tua agar lebih waspada dalam menjaga anak-anak mereka, khususnya di daerah rawan banjir.

“Musibah ini terjadi di Sungai Palangka Raya, yang saat ini sedang mengalami musim hujan. Kami mengimbau para orang tua supaya lebih berhati-hati dalam mengawasi anak-anak dalam kegiatan sehari-hari,” ujar Sugiyarto, Senin (17/3/2025).

Ia menegaskan bahwa cuaca yang tidak menentu membuat risiko bencana semakin tinggi, sehingga peran orang tua sangat krusial untuk mencegah kejadian serupa.

Baca Juga:  DPRD Kalteng Dukung Program Food Estate

Selain kepada masyarakat, Sugiyarto juga mengingatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir yang berulang setiap tahun.

“BPBD harus siaga penuh, terutama saat puncak musim hujan seperti sekarang ini. Harapannya, BPBD bisa meningkatkan kewaspadaan di tempat-tempat rawan bencana, sehingga ada petugas yang siap siaga 24 jam untuk mencegah kejadian serupa,” tambahnya.

Ia juga meminta Dinas Sosial untuk segera memetakan wilayah terdampak banjir dan memastikan adanya upaya pemulihan bagi warga yang terkena dampaknya.

“Dinas Sosial harus memantau dan memetakan musibah banjir sejak awal. Jika ini menjadi bencana yang berdampak luas, maka perlu ada langkah tindak lanjut untuk pemulihan pasca-bencana,” tegasnya.

Baca Juga:  Fraksi PAN Siap Kawal Program Agustiar-Edy

Sugiyarto berharap semua pihak dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih serius agar kejadian serupa tidak terulang, terutama demi keselamatan anak-anak di daerah rawan banjir. (red)