PROBORNEO — Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda mendampingi Komandan Korem (Danrem) 102/Panju Panjung, Brigjen TNI Wimoko, serta Komandan Kodim 1015/Sampit turun langsung meninjau titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), di Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kamis (15/10/2026).
Peninjauan lapangan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Seruyan dan jajaran TNI dalam mempercepat penanggulangan Karhutla di kawasan konservasi tersebut.
Bupati Seruyan menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan daerah bersama unsur TNI di lokasi bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan guna merumuskan langkah taktis pemadaman.
“Hari ini kita turun ke lapangan bersama TNI, dalam hal ini Pak Danrem dan Pak Dandim 1015/Sampit. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, kita akan menyusun rencana aksi untuk memitigasi berbagai kemungkinan sekaligus melakukan upaya pemadaman terhadap api yang masih menyala,” ujar Ahmad Selanorwanda.
Pemkab Seruyan berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap operasional pemadaman melalui penyediaan sarana, prasarana, peralatan, hingga pengerahan personel BPBD di lapangan.
“Pemerintah daerah siap mendukung pengerahan anggota ke lokasi ini, termasuk penyediaan sarana-prasarana, peralatan, tenaga, serta berbagai dukungan lainnya melalui BPBD Kabupaten Seruyan. Prinsipnya, kita siap terlibat dan mendukung sepenuhnya upaya pemadaman api di kawasan Tanjung Puting,” ucap Bupati.
Sebagai langkah jangka panjang, Bupati Seruyan menegaskan pentingnya pemetaan menyeluruh di wilayah rawan, mengingat hampir separuh kawasan TNTP berada dalam wilayah administratif Kabupaten Seruyan.
Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci utama perlindungan ekosistem dunia tersebut.
“Kita harus lebih tanggap dan lebih cepat dalam mengantisipasi kejadian seperti ini. Tentunya melalui sinergi bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan seluruh pihak terkait agar kejadian serupa dapat diantisipasi lebih dini,” tegas Bupati.
Sementara itu, Danrem 102/Pjg, Brigjen TNI Wimoko, menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia melalui vicon untuk mencegah meluasnya kebakaran di kawasan TNTP.
“Ini merupakan tindak lanjut dari perintah Bapak Presiden untuk segera memprioritaskan pencegahan perluasan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Tanjung Puting. Setelah peninjauan ini, personel, materiil, dan logistik akan segera dikerahkan ke lokasi untuk meminimalisir dampak Karhutla,” jelas Danrem.
Langkah cepat ini juga diharapkan mampu menekan sebaran kabut asap agar tidak mengganggu aktivitas publik, termasuk penerbangan di wilayah Pangkalan Bun. (red)



