DPRD Kalimantan Tengah

Bambang Dorong Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Swasembada Pangan

Whatsapp Image 2025 01 18 At 15.57.35 D1c76d87

PROBORNEO b- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng agar mempercepat pelaksanaan program swasembada pangan dengan langkah yang konkret dan berdampak langsung bagi petani.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak akan tercapai jika hanya berhenti pada tataran wacana atau slogan tanpa diiringi dengan aksi nyata dan dukungan lintas sektor yang kuat.

“Swasembada pangan tidak cukup hanya dijadikan slogan. Harus ada aksi nyata, komitmen, dan sinergi lintas sektor untuk mewujudkannya,” ujar Bambang, Senin (10/11/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini menilai Kalimantan Tengah memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga pangan nasional, karena didukung oleh lahan pertanian yang luas, sumber daya alam melimpah, serta petani yang berpengalaman.

“Potensi kita luar biasa. Kalau pengelolaannya tepat dan petani mendapat dukungan penuh, Kalteng bisa menjadi salah satu daerah kunci dalam menjaga stok pangan nasional,” tegasnya.

Meski mengapresiasi target Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 164.358 hektare yang ditetapkan Kementerian Pertanian, Bambang menilai capaian tersebut akan sulit berarti jika dukungan terhadap petani di lapangan masih minim.

“Selama ini petani sering menghadapi kendala teknis di lapangan. Kalau pemerintah benar-benar hadir membantu dari proses awal hingga panen, maka swasembada pangan bukan hanya mimpi,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi pupuk, benih, dan sarana produksi pertanian, agar seluruh wilayah Kalteng dapat bergerak bersama dalam memperkuat ketahanan pangan.

Menurutnya, peningkatan produksi juga harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.

“Kita harus membangun sistem pertanian yang berkelanjutan, bukan hanya mengejar target jangka pendek. Petani perlu merasa dilibatkan dan dihargai,” tambahnya.

Bambang juga menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga, baik pemerintah provinsi, kabupaten, TNI, maupun kelompok tani, agar pelaksanaan program berjalan selaras.

“Dinas terkait, TNI, pemerintah kabupaten dan kota, serta kelompok tani harus bergerak dalam satu arah. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia berharap gerakan swasembada pangan di Kalimantan Tengah dapat menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian, sekaligus menumbuhkan kembali kebanggaan terhadap profesi petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan bangsa.

“Kalau semua bersatu, kita tidak hanya menanam padi, tapi juga menanam masa depan Indonesia yang mandiri dan kuat,” pungkasnya.

Dengan dukungan DPRD, program swasembada pangan diharapkan tidak sekadar menjadi angka statistik, tetapi juga gerakan sosial yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta kemandirian pangan daerah dan nasional. (red)