PROBORNEO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) terus mendorong transformasi digital dalam sektor pendidikan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Dapodik Sekolah yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Mura, Rahmanto Muhidin, di Ballroom Hotel G-Sign Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (6/10/2025).
Kegiatan hasil kerja sama Pemkab Mura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini diikuti sekitar 300 peserta, mulai dari operator dapodik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP se-Kabupaten Murung Raya.
Ketua Pelaksana, H. Hairudinor, menyampaikan bahwa Bimtek ini digelar untuk meningkatkan kompetensi operator agar mampu mengelola data pendidikan secara lebih akurat dan profesional.
Dukungan terhadap peningkatan kapasitas SDM pendidikan juga disampaikan oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Danang Biyatmoko. Ia menilai langkah Pemkab Mura sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan era digital.
“Saya pikir sangat bagus pengembangan inovasi pendidikan digital terutama di era pendidikan yang sudah modern saat ini… salah satunya adalah konsep yang kemudian akan kita laksanakan bimbingan teknisnya saat ini yaitu digitalisasi pendidikan,” ungkap Danang.
Ia juga menjelaskan bahwa konsep digitalisasi pendidikan kini menjadi fondasi dalam pengembangan pembelajaran modern, khususnya melalui project visual learning dan berbagai metode digital lain yang banyak diterapkan di tingkat pendidikan menengah dan atas.
Sementara itu, Wabup Rahmanto Muhidin dalam sambutannya menegaskan bahwa operator dapodik memegang peran sangat penting dalam memastikan akurasi data pendidikan yang menjadi dasar seluruh kebijakan pemerintah.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh demi meningkatkan kualitas tata kelola data pendidikan.
“Dengan bimtek dan pelatihan ini, ilmu dasarnya kita sudah memahami, jadi tinggal pengembangan… untuk pengembangan kita bisa tanya ke ahli atau ke teman-teman kita yang sudah memahami betul, tapi setidak-tidaknya ilmu dasarnya kita sudah pahami,” tuturnya.
Rahmanto juga menyoroti bahwa seluruh perencanaan pembangunan pendidikan—mulai dari anggaran, sarana prasarana, hingga analisis kebutuhan guru dan siswa tertumpu pada akurasi data dapodik.
“Maka oleh karena itu peran bapak ibu sebagai operator dapodik sangat penting dan tidak bisa dianggap remeh, bapak ibu adalah ujung tombak dalam memastikan data pendidikan di Kabupaten Murung Raya akurat dan update serta terkini,” tegasnya.
Melalui Bimtek ini, Pemkab Murung Raya berharap kompetensi operator dapodik semakin meningkat sehingga penyajian data pendidikan semakin kuat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran. (red)



