Pemkab Murung Raya

Wabup Mura Buka Sosialisasi Ketenagalistrikan PLN

Gambar Whatsapp 2025 07 25 Pukul 19.23.47 7253b7ff
PROBORNEO — Wakil Bupati (Wabup) Murung Raya (Mura), Rahmanto Muhidin secara resmi membuka kegiatan sosialisasi ketenagalistrikan yang digelar oleh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN di Aula Desa Batu Bua II, Kecamatan Laung Tuhup, Selasa (3/6/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam mendukung percepatan pemerataan akses listrik di seluruh desa di wilayah Kabupaten Murung Raya.
Antusiasme masyarakat yang tinggi terlihat dari kehadiran mereka dalam acara tersebut, menunjukkan besarnya harapan terhadap pelayanan listrik yang lebih merata dan andal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Mura, Dina Maulidah, Manajer PLN ULP Puruk Cahu Galih Febrian, Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setda Mura Jayadie Y. Dadi, unsur Forkopimcam Laung Tuhup, para kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wabup Rahmanto menyatakan bahwa program kelistrikan yang dijalankan PLN sejalan dengan arah pembangunan daerah.
“Salah satu indikator kesejahteraan adalah ketersediaan listrik. Maka dari itu, kegiatan ini sangat penting dan kami apresiasi seluruh pihak yang turut hadir dan mendukung,” ujar Rahmanto.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten terus mendorong sejumlah program prioritas yang mendukung pembangunan berkelanjutan di desa-desa. Di antaranya, peluncuran kartu Murung Raya Hebat, upaya penurunan stunting, serta pengelolaan APBDes yang akuntabel dan tepat sasaran.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Puruk Cahu, Galih Febrian memaparkan capaian dan tantangan dalam proyek elektrifikasi desa. Pada tahun 2024, sebanyak 22 desa berhasil dialiri listrik. Namun, akibat efisiensi anggaran, hanya satu desa yang dapat direalisasikan pada tahun 2025.
“Untuk tahun 2026 ditargetkan 20 desa dan tahun 2027 sebanyak 27 desa diharapkan sudah menikmati aliran listrik,” jelas Galih.
Ia juga menyoroti beberapa kendala di lapangan, seperti akses jalan yang terbatas, persoalan perizinan lahan, dan sengketa pohon yang menghambat pembangunan jaringan listrik.
Oleh karena itu, Galih mengimbau dukungan aktif dari pemerintah desa dan masyarakat, khususnya dalam hal pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi sarana dialog antara PLN dan warga untuk membangun pemahaman bersama serta menggalang partisipasi dalam mewujudkan desa terang di seluruh wilayah Murung Raya. (red)