Palangka Raya

Sasar Akar Rumput, PPN Gelar FGD Ketahanan Nasional Mulai dari Level Desa

img 20260524 wa0088

PROBORNEO – Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemuda Nusantara (PPN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna mengakselerasi pemahaman wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional di tingkat tapak.

Langkah ini diambil sebagai benteng ideologi masyarakat dalam menghadapi derasnya disrupsi informasi di era digital.

Diskusi kelompok terpumpun yang mengusung tema “Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional di Tingkat Lokal (Kelurahan/Desa)” tersebut dilaksanakan di Palangka Raya, Jumat (22/5/2026).

Agenda ini dihadiri oleh Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, jajaran Forkopimda Kalteng dan Kota Palangka Raya, akademisi, serta elemen organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PPN, Fiteli Waruwu, menegaskan bahwa kedaulatan dan stabilitas sebuah negara yang besar sejatinya ditentukan oleh kokohnya fondasi pertahanan di level pedesaan dan kelurahan.

“Ketahanan nasional bukan hanya soal militer, melainkan kondisi dinamis yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan yang semuanya bermula dari tingkat lokal,” ujar Fiteli Waruwu.

Fiteli memaparkan, keberagaman suku bangsa di Kalimantan Tengah yang dihuni oleh suku Dayak, Melayu, Jawa, Banjar, dan etnis lainnya merupakan modal sosial terbesar.

Heterogenitas tersebut wajib dirawat dengan rasa saling percaya (mutual trust) serta kesetiaan yang tinggi pada tanah air.

Dalam konseptualisasi PPN, kemajuan ekonomi desa adalah wujud nyata dari ketahanan ekonomi; kerukunan antarwarga merupakan manifestasi ketahanan sosial budaya; sedangkan penolakan pemuda terhadap segala bentuk polarisasi dan perpecahan adalah bukti hidup dari ketahanan ideologi.

FGD ini secara taktis merumuskan tiga klaster solusi guna meredam potensi gesekan sosial di akar rumput.

Pertama, formulasi strategi penanaman wawasan kebangsaan pada generasi muda desa. Kedua, optimalisasi pranata kearifan lokal, adat, dan budaya sebagai instrumen pemersatu. Ketiga, dorongan kontribusi aktif pemuda dalam memacu stimulus ekonomi desa.

Sebagai organisasi pencetak pelaku perubahan, PPN berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan bagi pemuda agar bergerak simultan demi kemajuan daerah dan kedaulatan bangsa.

Seluruh peserta, terutama para camat, lurah, dan ketua himpunan mahasiswa (Hima) se-Kalteng, diinstruksikan untuk mengimplementasikan hasil rumusan forum ini ke wilayah kerja masing-masing.

“Mari kita ambil manfaat dari para narasumber, lalu bawa kembali ilmunya ke desa dan kelurahan. Jadilah pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berjiwa besar, yang mengerti bahwa nasib bangsa ada di tangan kita, dimulai dari tempat kita berpijak,” pungkas Fiteli Waruwu. (red)