Kalimantan Tengah

Rahmat Hamka: Dayak Harus Bangkit Lawan Penjajahan Modern

Img 20250823 Wa0029

 

PROBORNEO – Wakil Presiden Eksternal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Rahmat Nasution Hamka, menyerukan kebangkitan dan persatuan masyarakat Dayak dalam menghadapi tantangan zaman.

Hal itu disampaikannya saat Seminar Internasional Suku Dayak yang digelar di Palangka Raya, Jumat (22/8/2025).

Dalam orasinya, Rahmat menegaskan pentingnya menghapus warisan kolonial yang dinilainya masih memecah belah persatuan Dayak.

“Peninggalan penjajah harus dihapus semua, termasuk yang memecah belah Dayak. Apapun agamanya, kita tetaplah Dayak! Jangan lagi ada sekat yang membuat kita tercerai-berai,” tegas Rahmat, disambut tepuk tangan peserta seminar.

Ia menyebut bahwa bentuk penjajahan masa kini bukan lagi fisik, melainkan berupa kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan yang membelenggu masyarakat adat.

“Kemerdekaan sejati Dayak adalah bebas dari kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Itulah bentuk penjajahan masa kini yang harus kita lawan bersama!” ujarnya penuh semangat.

Rahmat juga mengingatkan generasi muda Dayak agar menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi, sehingga mampu berperan sebagai pelaku utama pembangunan di tanah leluhur.

“Kita harus menjadi tuan rumah di tanah Borneo, bukan hanya pewaris nama! Persatuan Dayak adalah kekuatan besar yang akan mengubah masa depan,” katanya.

Seruan itu kian bergema ketika Rahmat menekankan bahwa perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang bagi persatuan masyarakat Dayak.

“Dayak adalah satu tubuh, satu darah, satu tanah! Tidak peduli agama apa yang kita peluk, kita tetap satu Dayak yang harus berdiri tegak di atas bumi leluhur,” pekiknya lantang.

Seminar internasional tersebut dihadiri para tokoh adat Kalimantan, akademisi, peneliti mancanegara, serta ratusan pemuda Dayak.

Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat gerakan membangun pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan perlindungan hak-hak adat Dayak. (red)