PROBORNEO– Perkumpulan Pemuda Nusantara (PPN) Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan audiensi dengan pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya.
Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka membahas dan mencari solusi bersama terkait maraknya kegiatan balap liar yang belakangan ini terjadi di berbagai titik di Kota Palangka Raya.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani aspirasi masyarakat serta menyatukan visi dan misi antara elemen pemuda dan aparat penegak hukum dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pikiran mengenai dampak negatif balap liar, mulai dari risiko kecelakaan lalu lintas, gangguan ketertiban umum, hingga potensi tindakan kriminal lainnya.
Ketua Perkumpulan Pemuda Nusantara Kalteng, Fiteli Waruwu, menyampaikan bahwa pihaknya sangat prihatin melihat fenomena balap liar yang semakin marak.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membahayakan nyawa para pelaku, tetapi juga mengganggu kenyamanan masyarakat luas serta mencoreng citra positif pemuda Kalimantan Tengah, terkhususnya Kota Palangka Raya.
“Kami hadir di sini untuk berkolaborasi. Kami ingin bersama Polresta Palangka Raya mencari jalan keluar terbaik, baik melalui pendekatan preemtif maupun persuasif, agar kegiatan balap liar ini bisa segera dihentikan,” ujar Fiteli.
Sementara itu, pihak Polresta Palangka Raya menyambut baik inisiatif dan kepedulian dari Perkumpulan Pemuda Nusantara.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penindakan tegas sesuai aturan yang berlaku, mulai tanggal 08 Mei 2026 akan menggelar patroli gabungan dan pendirian posko pengamanan disejumlah titik yang menjadi tempat aksi balap liar.
Namun juga mengapresiasi peran serta organisasi pemuda dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada generasi muda.
Diharapkan melalui audiensi ini, sinergi antara organisasi kepemudaan dan kepolisian dapat semakin erat.
Kedua belah pihak sepakat untuk terus berkoordinasi guna menekan angka pelanggaran lalu lintas dan menciptakan Kota Palangka Raya yang aman, tertib, dan bebas dari balap liar. (red)



