Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Dukung Penuh Literasi Keuangan, Waspadai Investasi Bodong

Gambar Whatsapp 2025 10 15 Pukul 09.10.42 D54ca82f

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat agar lebih cerdas dan terlindungi dari praktik keuangan ilegal, seperti investasi bodong dan pinjaman online yang merugikan.

Komitmen ini disampaikan dalam kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng Herson B. Aden mewakili Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, di Aula Rahan Universitas Palangka Raya (UPR), Selasa (14/10/2025).

Kegiatan yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, lembaga keuangan, dan dunia pendidikan dalam memperluas akses keuangan yang aman dan legal bagi masyarakat.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Herson, disampaikan bahwa sinergi antara semua pihak menjadi kunci dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif di Kalimantan Tengah.

“Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Daerah, OJK, Lembaga Jasa Keuangan, dan Dunia Akademisi,” ucap Herson.

Ia menegaskan, Pemprov Kalteng berkomitmen memperluas akses layanan keuangan hingga ke pelosok desa melalui program Agen Laku Pandai, serta mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi OJK bersama lembaga jasa keuangan dan perguruan tinggi.

“Kami berharap literasi dan inklusi keuangan dapat dipercepat penyerapannya hingga ke seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Herson, kegiatan BIK juga menjadi upaya strategis Pemprov Kalteng untuk menekan potensi penipuan keuangan dan memperkuat kesadaran masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran investasi yang tidak jelas.

“Capaian ini patut kita syukuri, namun fakta bahwa tingkat literasi masih lebih rendah daripada inklusi menimbulkan kerentanan, terutama di era digital yang rawan terhadap kejahatan dan penipuan keuangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan bahwa OJK terus berperan dalam mengatur, mengawasi, dan melindungi konsumen sektor jasa keuangan, termasuk memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh investasi bodong.

Ia juga membagikan pesan motivatif dari investor legendaris Warren Buffet:
“The best investment you can make, is an investment in yourself. The more you learn, the more you’ll earn.”

Menurut Primandanu, makna kutipan itu adalah pentingnya berinvestasi pada diri sendiri melalui peningkatan literasi dan pengetahuan keuangan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UPR, Wijanarka, turut mengapresiasi kegiatan tersebut karena sangat relevan bagi mahasiswa.

“Semoga kegiatan ini bisa membuat mahasiswa lebih bisa memahami dan mengatur keuangannya,” ujarnya.

Kegiatan BIK 2025 juga diisi dengan seminar edukatif bertema investasi pasar modal dan keuangan, serta pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba literasi yang digelar OJK Kalteng.

Melalui sinergi yang kuat, Pemprov Kalteng berharap seluruh masyarakat, termasuk generasi muda, semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan terlindungi dari praktik keuangan yang merugikan.

“Melalui sinergi ini, upaya pencegahan penipuan, aktivitas keuangan ilegal, dan maraknya investasi bodong diharapkan dapat ditingkatkan,” tutup Herson. (red)