Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Dorong Percepatan Investasi Lewat Bimtek Perizinan

5

PROBORNEO — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Perizinan dan Pengawasan Berusaha Berbasis Risiko di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Rabu (23/4/2025).

Kegiatan ini digelar untuk mempercepat realisasi investasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif di daerah.

Sekretaris DPMPTSP Kalteng, Suharno, mewakili Kepala DPMPTSP Sutoyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap prosedur perizinan modern yang saat ini berbasis tingkat risiko.

“Dengan begitu, diharapkan ada percepatan kegiatan usaha dan peningkatan realisasi investasi di Kalimantan Tengah,” katanya.

Tahun ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI menargetkan investasi di Kalteng mencapai Rp25,93 triliun atau naik 36,76 persen dari tahun sebelumnya.

Kenaikan itu dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi investasi daerah.

Plt Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Herson B. Aden, turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Ia menyebut Bimtek ini penting dalam membangun ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Bimtek ini sangat strategis, terlebih dalam konteks implementasi Undang-Undang Cipta Kerja yang menekankan penyederhanaan perizinan berbasis risiko,” ucap Herson.

Melalui sistem OSS-RBA yang sudah terintegrasi nasional, proses perizinan kini lebih cepat dan transparan, sesuai kategori risiko usaha. Selain itu, pelaksanaan teknisnya diperkuat melalui Peraturan BKPM Nomor 3 Tahun 2021.

Herson menambahkan, pemahaman pelaku usaha terhadap sistem tersebut bukan hanya soal kepatuhan administrasi, melainkan juga memastikan akurasi data investasi.

“Data yang akurat menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menyampaikan capaian investasi Kalteng tahun lalu yang berhasil menembus Rp21,52 triliun dari target Rp18,96 triliun.

Dengan target investasi tahun ini yang meningkat signifikan, sinergi pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci.

“Melalui Bimtek ini, pelaku usaha diharapkan paham seluruh proses perizinan dan pengawasan, serta dapat mengimplementasikannya dengan tepat dalam OSS-RBA,” sambungnya.

Herson memastikan, kepatuhan pelaku usaha dalam perizinan dan pelaporan investasi akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi daerah.

“Jika investasi berkualitas terus tumbuh, maka visi Kalimantan Tengah yang maju, modern, dan bermartabat akan lebih cepat terwujud. Ini langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (red)