Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Akan Bangun Pusat Kuliner Nusantara di Kawasan Bundaran Besar

Gambar Whatsapp 2025 01 24 Pukul 18.44.56 1a9c789b

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) berencana membangun Pusat Kuliner Nusantara di kawasan Bundaran Besar, Kota Palangka Raya.

Pembangunan ini akan menjadi bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus fasilitas publik modern di lokasi strategis tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalteng, Shalahuddin, mengungkapkan pembangunan pusat kuliner ini akan dimulai pada tahun 2025 dan terintegrasi dengan ruang terbuka hijau di bekas kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Untuk gedung bekas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, tahun ini kita bangun RTH. Nanti akan ada pusat kuliner nusantara di sana,” ujar Shalahuddin, Kamis (23/1/2025).

Shalahuddin menjelaskan bahwa pusat kuliner ini dirancang untuk menjadi daya tarik wisata baru di Palangka Raya sekaligus mendukung pelestarian budaya kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembangunan ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor kuliner dan ekonomi kreatif.

“Kami berharap fasilitas baru ini dapat menjadi daya tarik wisata, mendukung sektor ekonomi kreatif, serta memberikan ruang publik yang nyaman dan modern bagi masyarakat Palangka Raya,” jelasnya.

Selain pusat kuliner, Pemprov Kalteng juga berencana menyelesaikan proyek ruang terbuka hijau dan fasilitas parkir modern bawah tanah di bekas gedung KONI Kalteng. Dan ini ditargetkan rampung pada 2025.

“Untuk bekas Gedung KONI, Insya Allah selesai tahun ini. Di sana akan ada RTH dan tempat parkir bawah tanah dengan kapasitas hampir 200 mobil dan 600 kendaraan roda dua. Selain itu, kami juga membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang akan menghubungkan area parkir ke Bundaran Besar,” ungkap Shalahuddin.

Proyek-proyek ini, yang dianggarkan sementara sebesar Rp84 miliar, bertujuan untuk menciptakan kawasan Bundaran Besar sebagai pusat aktivitas masyarakat yang terintegrasi.

“Dengan pembangunan ini, kawasan Bundaran Besar diharapkan menjadi pusat aktivitas yang terintegrasi. Tidak hanya menjadi ikon kota, tetapi juga ruang publik multifungsi yang mendukung interaksi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di Kota Palangka Raya,” tutupnya. (red)