Pemkab Murung Raya

Pemkab Mura Gandeng Yayasan dan Perusahaan Atasi Stunting Lewat Kolaborasi di 23 Desa

Oplus 131072

 

PROBORNEO – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura) terus memperkuat langkah strategis dalam menurunkan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal ini ditegaskan dalam kegiatan percepatan penurunan stunting yang digelar di Aula Bapperida Mura, Rabu (5/2/2025), dengan melibatkan Yayasan Rumah Zakat Indonesia dan sejumlah perusahaan.

Mengusung tema Kolaborasi Wujudkan Generasi Sehat dan Bebas Stunting, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk mencapai target prevalensi stunting nasional sebesar 18,8 persen pada tahun 2025.

Asisten Sekda Mura, Yulianus, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Murung Raya memiliki 116 desa dan 9 kelurahan, di mana 46 desa telah ditetapkan sebagai Desa Locus Stunting.

“Di Kabupaten Murung Raya terdapat 116 Desa dan 9 Kelurahan yang diantaranya telah ditetapkan sebanyak 46 (Empat Puluh Enam) desa sebagai Desa Locus Stunting oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Stunting Kab. Murung Raya,” kata Yulianus.

Menurutnya, memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat adalah langkah yang sangat penting untuk mengatasi permasalahan stunting.

“Atas nama Pemkab Mura sangat menghargai kontribusi dari pihak perusahaan dibantu oleh mitra yakni Yayasan Rumah Zakat Indonesia, yang berkomitmen mendukung upaya kami untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Murung Raya khususnya pada wilayah operasional di 4 Kecamatan yang mencakup 23 Desa sasaran intervensi,” tambahnya.

Yulianus juga berharap agar melalui pertemuan ini, semua pihak bisa berbagi pengalaman dan merancang strategi bersama demi mewujudkan konvergensi program pencegahan stunting di desa.

 

Ia berharap dalam pertemuan ini pula dapat berdiskusi secara terbuka, berbagi pengalaman dan merancang langkah-langkah strategis yang lebih efektif untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Murung Raya.

“Kami mengharapkan peran kader pembangunan manusia yang terdidik dan terlatih untuk mewujudkan konvergensi pencegahan stunting di desa,” pungkasnya. (red)