Muara Teweh – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Barito Utara, Rayadi, menegaskan bahwa keraguan masyarakat terhadap pemberantasan narkoba harus segera dijawab dengan aksi nyata. Menurutnya, audiensi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah yang digelar Senin ini merupakan titik balik untuk membangkitkan optimisme kolektif.
Rayadi tidak menampik adanya pandangan skeptis di tengah publik yang merasa penindakan hukum selama ini belum memberikan efek jera yang maksimal. Oleh karena itu, pertemuan strategis yang melibatkan Bupati dan seluruh jajaran Forkopimda ini dirancang untuk menyatukan frekuensi dalam pemberantasan barang haram tersebut.
Dalam penjelasannya, Rayadi menekankan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen. Audiensi ini menjadi wadah untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah daerah serius dan tidak akan tinggal diam melihat generasi muda terancam.
Melalui program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Pemkab Barito Utara ingin membangun benteng pertahanan yang lebih solid. Edukasi masif akan menjadi senjata utama untuk melengkapi penindakan yang dilakukan oleh kepolisian dan BNNP di lapangan.
Ia juga berharap momentum ini dapat mengikis sikap apatis masyarakat. Dengan keterlibatan aktif warga, ruang gerak pengedar narkoba di wilayah Barito Utara diyakini akan semakin sempit, sehingga ketenteraman sosial yang selama ini diidamkan dapat terjaga dengan baik.
Rayadi optimistis, dengan semangat baru yang lahir dari audiensi ini, visi Barito Utara “Bersinar” (Bersih Narkoba) bukan sekadar slogan. Dibutuhkan ketekunan dan konsistensi agar setiap program yang direncanakan dapat menyentuh akar permasalahan narkotika di daerah tersebut.



