Pemkab Barito Utara

Keterbatasan Modal dan Dana Desa Hambat Program KDMP di Barito Utara

73b34664 f878 4e2c b9c3 a3c8b74b66bd

MUARA TEWEH – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi perdesaan di Kabupaten Barito Utara kini tengah menghadapi tantangan serius. Masalah finansial menjadi tembok penghalang bagi kelancaran program ini di lapangan.

Kondisi ini terungkap berdasarkan evaluasi mendalam yang dilakukan oleh instansi terkait. Diketahui bahwa tanpa dukungan modal yang kuat, gerak koperasi dalam melakukan ekspansi usaha menjadi sangat terbatas dan cenderung stagnan.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Barito Utara pada Rabu (8/4/2026) yang membahas perkembangan program tersebut. Dalam pertemuan tersebut, para pemangku kepentingan membedah satu per satu masalah yang muncul selama pelaksanaan program.

Kepala Disnakertranskop UKM Barito Utara, M Mastur, menjelaskan bahwa keterbatasan permodalan menjadi salah satu faktor penghambat utama. Koperasi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan operasional awal karena ketiadaan suntikan dana yang mencukupi.

Selain itu, dukungan anggaran dari Dana Desa masih dalam proses, sehingga belum bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan koperasi. Keterlambatan administrasi di tingkat desa disinyalir turut memperpanjang daftar hambatan yang ada.

“Keterbatasan permodalan serta dukungan anggaran dari Dana Desa yang masih dalam proses juga menjadi faktor penghambat,” katanya saat memberikan keterangan kepada awak media pada Sabtu (11/4/2026). (dd)